Ribuan Pelari Ikuti Dieng Caldera Race 2026, Perputaran Uang Capai Rp20 Miliar

Senin, 22 Juni 2026 16:22 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

dieng lari.jpg
Ribuan Peserta Ikuti Dieng Caldera Race 2026, Perputaran Uang Diperkirakan Capai Rp20 Miliar. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Wonosobo, Jatengaja.com - Diikuti  2.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri, perputaran uang dalam ajang Dieng Caldera Race 2026 Wonosobo diperkirakan capai Rp20 miliar.

Direktur Dieng Caldera Race 2026, Ade Hendrik Saputra menyatakan, dari 2.000 peserta jumlah peserta asing mengalami peningkatan cukup signifikan. 

“Tahun ini tercatat lebih dari 150 peserta asing ambil bagian, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 44 orang,” katanya di sela Dieng Caldera Race di Wonosobo, Minggu, 21 Juni 2026.

Tingginya minat peserta ini, lanjut Ade, memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata, karena . ejumlah penginapan di sekitar kawasan Tambi hingga Dieng mengalami peningkatan okupansi selama pelaksanaan event.

“Dari sisi penginapan radius sekitar 15 Km dari Tambi sampai Wonosobo maupun ke arah Dieng penuh. Perputarannya mungkin di atas Rp20 miliar dengan adanya Dieng Caldera Race 2026 ini,” ujarnya.

Ribuan pelari  Dieng Caldera Race 2026 yang terbagi dalam kategori lomba 10K, 25K, 45K, dan 85K memulai start lari dari area Tambi Tea Resort, Wonosobo.

Dari ketinggian 2.330 meter, para pelari tak hanya mengejar garis finis, mereka juga mengejar harapan baru bagi pariwisata dan ekonomi Jawa Tengah.

Sebab,  Dieng Caldera Race bukan sekadar ajang adu ketahanan fisik. Event trail run yang digelar di kawasan Dieng ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah melalui konsep sport tourism.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan penyelenggaraan DCR 2026 menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi wisata Dieng kepada masyarakat luas, termasuk para pelari dari berbagai daerah dan mancanegara.

“Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, trail run ini adalah salah satu pintu kita untuk pengembangan wisata. Olahraga bisa dikaitkan dengan pariwisata, menjadi sport tourism,” ujar Sumarno.

Menurutnya, kehadiran para peserta tidak hanya memberikan dampak saat mengikuti perlombaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. 

Para peserta dan pendamping diharapkan turut menikmati berbagai potensi wisata, menggunakan jasa penginapan, membeli produk lokal, hingga menikmati kuliner khas daerah.

“Kami berharap yang hadir di sini tidak hanya lari, tetapi juga bisa menikmati pariwisatanya, bisa berbelanja, makan, dan minimal menginap di sini. Ini menjadi bagian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Wonosobo khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya,” harapnya.

Sementara, peserta asal Semarang, Binsar Napitupulu, menyebut Dieng Caldera Race memiliki karakter berbeda dibanding event trail run lainnya.

“Ini salah satu acara trail yang mewah. Venue-nya di resort, suasananya juga luar biasa. Dieng dengan suhunya yang dingin membuat pengalaman lari di sini semakin menarik,” katanya. (-)