3.500 Generasi Z Jawa Tengah Deklarasikan Siap Jadi Pelopor Kamtibmas
Karanganyar, Jatengaja.com - Sebanyak 3.500 pegiat e-sports Generasi Z dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah mendeklarasikan komitmen menjaga sportivitas, menolak pengaruh negatif di ruang digital, serta siap menjadi pelopor keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Deklarasi Sabuk Kamtibmas Generasi Z digelar sebelum dilakukan pembukaan resmi turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 di De Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu 20 Juni 2026.
Kegiatan deklarasi tersebut dipimpin dua figur yang dekat dengan komunitas esports, yakni pro player EVOS Street dan EVOS Saykots.
- Turnamen E Sport Kapolda Jateng Cup Diikuti 350 Atlet Mobile Legends
- Perantau Asal Jawa Tengah di Jabodetabek Gelar Pentas Wayang Kulit Dua Versi
- Mitra Binaan Undip di Jepara Berhasil Tembus Ekspor Teri Nasi ke Jepang
- 800 Santri Daftar Program Beasiswa Santri, Taj Yasin Tegaskan Tak Ada Titipan
- TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis
Dalam Deklarasi Sabuk Kamtibmas Pegiat E-Sport Gen Z Jawa Tenga menyatakan lima komitmen bersama, yakni, siap menjaga keamanan, ketertiban dan sportivitas selama pelaksanaan Kapolda Jateng Cup E-Sport Competition Tahun 2026.
Siap menjadikan esports sebagai ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, prestasi, kreativitas, persaudaraan dan semangat kompetisi yang sehat.
Menolak segala bentuk provokasi, perundungan, ujaran kebencian, judi online, narkoba serta perilaku negatif baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Siap menjadi pelopor Generasi Z yang bijak, santun dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial serta ikut menjaga kondusivitas kamtibmas di Jawa Tengah.
Serta siap mendukung Polri, khususnya Polda Jawa Tengah, dalam mewujudkan ruang digital yang aman, generasi muda yang berprestasi, serta Jawa Tengah yang aman, damai dan kondusif.
Dirbinmas Polda Jateng Kombes Pol Siti Rondhijah mengatakan, Deklarasi Sabuk Kamtibmas merupakan upaya membangun kesadaran bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
"Melalui Deklarasi Sabuk Kamtibmas ini, kami ingin mengajak para pegiat esports Generasi Z menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, baik di lingkungan sekitar maupun di ruang digital,” ujarnya.
Ia menambahkan anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari solusi dengan menebarkan semangat damai, sportivitas, serta penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab.
Generasi muda memiliki peran strategis sebagai sensor pertama dalam mencegah berbagai pengaruh negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, konflik sosial, hingga judi online yang marak berkembang di era digital.
"Kami ingin mengubah mindset bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya urusan orang dewasa atau aparat kepolisian. Generasi Z juga memiliki tanggung jawab yang sama. Melalui hobi dan komunitas yang mereka cintai, energi positif anak muda dapat diarahkan untuk hal-hal yang produktif, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
- UMKM Hiasan Dinding Kreasi Kayuku Boyolali Tembus Pasar Mancanegara
- Mohammad Saleh Dukung Pengembangan Armada Bus Listrik Trans Jateng
- Mohammad Saleh Ajak Santri Manfaatkan Program Beasiswa Pendidikan Pemprov Jateng
Sementara, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menilai Deklarasi Sabuk Kamtibmas menjadi bukti esports tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembinaan karakter dan penyampaian pesan-pesan positif kepada generasi muda.
"Melalui Deklarasi Sabuk Kamtibmas ini, kami ingin menunjukkan bahwa komunitas esports memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keamanan, sportivitas, serta terciptanya ruang digital yang sehat dan aman. Inilah wajah generasi muda Jawa Tengah yang kreatif, berprestasi, dan bertanggung jawab,” ujar Kombes Pol Artanto. ***
