Ekspor Jateng pada Desember 2022 Capai US$877,23 juta Turun 3,16%

Minggu, 05 Februari 2023 16:44 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

 ekspor.jpg
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melepas ekspor komoditas pertanian di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang beberapa waktu lalu. (Jatengaja.com/Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Nilai ekspor Jawa Tengah (Jateng) pada Desember 2022 tercatat senilai  US$ 877,23 juta atau turun 3,16%  dibanding atas ekspor pada November 2022. 

Penurunan ekspor Jateng pada Desember 2022 ini dilansir dari jateng.bps.go.id, Minggu (5/2)  disebabkan oleh terjadinya penurunan pada ekspor migas dan non migas.

Ekspor migas mengalami penurunan sebesar 22,23%  dari US$18,08 juta pada November 2022  menjadi US$ 14,06 juta Desember.

Begitu pula untuk ekspor non migas juga mengalami penurunan sebesar 2,77%  dari US$887,80 juta pada November 2022 menjadi senilai US$ 863,17 juta pad bulan Desember.

Hal ini disebabkan oleh turunnya ekspor hasil minyak, sementara pada bulan yang sama tidak ada ekspor gas, gas alam, dan minyak mentah. 

Penurunan terbesar nilai ekspor non migas pada Desember 2022 terhadap November 2022 pada sepuluh komoditas utama terjadi pada komoditas pakaian dan aksesorisnya (rajutan) turun US$ 20,81 juta atau 16,18%.

Komoditas ini memberikan peran terhadap total ekspor non migas sebesar 12,94 persen pada Januari-Desember 2022. Komoditas lain yang juga mengalami penurunan adalah alas kaki turun US$14,30 juta (14,89%),  dan barang dari kulit samak turun sebesar US$7,88 juta (13,86%).

Sedangkan tiga negara tujuan ekspor non migas terbesar pada Januari-Desember 2022 meliputi Amerika Serikat dengan nilai US$ 4.667,86 juta, disusul Jepang US$ 967,11 juta dan Tiongkok US$ 620,48 juta.

Kontribusi ekspor ke tiga negara mencapai sebesar 55,80% dari total seluruh ekspor selama Januari-Desember 2022.

Semantara untuk neraca perdagangan Jateng pada Januari-Desember 2022 defisit sebesar US$ 3.235,70 juta. 

Neraca perdagangan migas mengalami defisit US$ 6.868,64 juta sedangkan neraca perdagangan non migas mengalami surplus US$ 3.632,94 juta. (-)