Pemprov Jateng Buka Posko Terpadu Lebaran 2026, Siap Layani Pemudik
Semarang, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi membuka Posko Terpadu Lebaran 2026 untuk melayani para pemudik maupun masyarakat.
Gubenur Jateng Ahmad Luthfi, menyatakan Posko Terpadu Lebaran memiliki peran sebagai pusat komando koordinasi seluruh posko di Jawa Tengah, mulai dari penanganan darurat di jalan seperti kemacetan, pemudik sakit, kendaraan mogok, kecelakaan, pengolahan dan validasi data untuk pengambilan keputusan cepat, hingga sumber informasi terpercaya bagi masyarakat.
“Posko terpadu berikut pos-pos lainnya harus siaga dan memonitor wilayah selama 24 jam,” katanya saat peresmian operasional PoskoTerpadu Lebaran 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Jumat 13 Maret 2026.
- Mudik Lebaran 2026, Polda Jateng Hadirkan Layanan Inovasi TAC
- Pertamina Jamin Ketersediaan BBM dan LPG di Jateng pada Idulfitri 2026
- Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan
- Dinkes Jateng Cek Kesehatan Sopir dan Kru Bus Angkutan Lebaran 2026
- Polda Jateng Grebek Tempat Produksi Mi Berformalin di Boyolali
Keberadaan Pos Terpadu Lebaran, kata Luthfi, Tidak hanya memantau jalur mudik dan pergerakan orang atau barang, tetapi juga daerah-daerah tertentu yang memiliki potensi bencana seperti tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir.
Untuk itu meminta kepada pegawai yang nanti akan bertugas di pos-pos tersebut juga harus menjaga kesehatannya, supaya bisa melayani dengan baik.
“Jadi Sebelum memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi pemudik, petugas yang di posko harus aman dan nyaman dulu,” ujarnya.
Sementara, berdasarkan evaluasi mudik 2025 lalu, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan pada pelayanan mudik tahun ini, seperti penambahan kantong parkir dan toilet di rest area tol, penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU), dan rambu portabel di jalur alternatif, serta perluasan dan sosialisasi aplikasi pemantau arus.
Terkait penerangan jalan umum, Luthfi mengingatkan kepada petugas yang berada di jalur Selatan-Selatan agar waspada, karena penerangan jalan masih minim, sehingga diperlukan penambahan rambu penunjang.
Luthfi juga meminta untuk terus memantau seluruh objek vital seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pasar, hingga destinasi wisata.
“Kepada seluruh petugas agar memastikan dengan benar tempat-tempat tersebut aman,” tandas gubernur Jateng.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Arif Djatmiko memprediksi jumlah pemudik yang akan ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Naik sekitar 30% dari tahun sebelumnya yang hanya 13 juta orang.
“Posko Terpadu Provinsi Jawa Tengah akan beroperasi tanggal 13-30 Maret 2026 selama 24 jam dengan tiga pembagian shift petugas,” ujarnya.
Personel yang ada di posko terpadu terdiri dari pegawai sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah, Polda Jateng, kemudian ada Basarnas, Jasa Marga, BMKG, dan lainnya.
Guna pemantauan arus lalu lintas, Dinas Perhubungan Jateng juga telah memasang 10 titik CCTV yang bisa dipantau 24 jam. CCTV yang ada itu juga dihubungkan dengan CCTV yang dimiliki oleh masing-masing kabupaten/kota.
"Para pemudik bisa mengecek kondisi lalu lintas di kabupaten dan kota tujuan mereka sebelum berangkat mudik,” kata Arief. (-)
