Sekolah Islam Dinilai Mampu Menjawab Keinginan Orang Tua

Sulistya - Kamis, 02 November 2023 13:54 WIB
webinar Pendidikan Nasional yang diadakan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah bekerjasama dengan PGRI Cabang Khusus UPGRIS melalui media zoom meeting dan channel youtube.

Semarang, Jatengaja.com – Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum mengatakan, dalam menghadapi era society 5.0, guru sebagai pendidik harus melakukan perubahan-perubahan yang adaptif.

Guru harus terus berinovasi karena perkembangan zaman dan peserta didik semakin unik. Guru harus memiliki kemampuan yang reflektif dalam memecahkan masalah dalam pembelajaran dan dunia Pendidikan.

Menurut Muhdi, ada peluang dan tantangan yang terbuka bagi sekolah swasta berbasis agama seperti Sekolah Islam Terpadu (SIT) menangkap keinginan dari orang tua siswa di era ini.

“Selama ini SIT sudah mampu menjawab keinginan orang tua dengan memberikan nilai plus di program pembelajaran,” tutur Muhdi.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara webinar Pendidikan Nasional yang diadakan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah bekerjasama dengan PGRI Cabang Khusus UPGRIS melalui media zoom meeting dan channel youtube.

Webinar mengangkat tema “Pengembangan Profesi Guru” dengan menghadirkan narasumber Dr H Muhdi SH MHum (Ketua PGRI Jateng) dan Dr Abdul Fikri Faqih MM (Wakil Ketua Komisi X DPR RI). Panitia mencatat sebanyak lebih dari 2.000 peserta dari berbagai kabupaten/kota mengikuti kegiatan tersebut.

Abdul Fikri Faqih menambahkan, bahwa di era disrupsi dimana perubahan yang cepat dan tidak konsisten, diharapkan para guru bisa beradaptasi dengan cepat. Sekarang peserta didik bisa mengakses internet sehingga bisa belajar kapan dan dimana saja. Dengan kemajuan teknologi, pembelajaran juga semakin menarik, menyenangkan, dan interaktif.

“Guru dituntut untuk terus belajar. Lebih-lebih di era disrupsi dimana perubahan dinamika yang sangat cepat dan inkonsisten. Guru harus memiliki kemampuan dalam pemanfaatan teknologi yang memadai agar pembelajaran semakin menarik, interaktif, dan tentu menyenangkan bagi peserta didik. Saya yakin, kalua guru-guru di JSIT Indonesia bisa melakukan hal tersebut karena SDM gurunya masih muda-muda dan inovatif,” kata Abdul Fikri Faqih.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zaenal Abidin dalam sambutannya mengatakan, sudah menjadi budaya baik di JSIT Indonesia untuk terus berkolaborasi dengan berbagai organisasi yang konsen dalam pendidikan guna mewujudkan pendidikan yang maju, seperti dengan PGRI. Kerjasama dengan PGRI akan terus dijalin dalam berbagai variasi program.

“Sesuai dengan tagline JSIT Jawa Tengah yaitu “Semangat Berkolaborasi dan Menginspirasi” hari ini kami berkolaborasi dengan PGRI menggelar webinar secara online. JSIT Indonesia terus terbuka berkolaborasi dengan organisasi apa saja yang konsen terhadap pendidikan. Kerjasama antar semua lini sangat dibutuhkan guna mewujudkan pendidikan dan generasi yang berkualitas,” kata Zaenal Abidin. (-)

Editor: Sulistya

RELATED NEWS