Ribuan Warga Jateng Ikuti Balik Rantau Gratis ke Jabodetabek
Boyolali, Jatengaja.com - Ribuan warga Jawa Tengah (Jateng) mengikuti program Balik Rantau Gratis 2026 setelah mudik Lebaran yang diadakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Mereka diberangkatkan dengan menggunakan sebanyak 84 armada bus dengan kapasitas 4.181 penumpang dan empat gerbong kereta api berkapasitas 320 penumpang.
Pemberangkatan program Balik Rantau Gratis menggunakan bus dengan tujuan Jabodetabek dan Bandung ini dilakukan melalui Asrama Haji Donohudan, Terminal Mangkang Kota Semarang, dan Terminal Bulupitu Kabupaten Banyumas, Sabtu 28 Maret 2026.
- Libur Idulfitri, Konsumsi BBM Gasoline di Jateng dan DIY Naik 28,4%
- Pemprov Jateng, Semarang, dan Kendal Akan Olah Sampah Jadi Listrik
- KPPU Putuskan 97 Pinjol Lakukan Pelanggaran, Ini Modusnya
- 10 Bidang Studi Undip Masuk Ranking Dunia QS WUR by Subject 2026
- Ratusan Warga Jateng Ikut Balik Rantau Lebaran Gratis Naik Kerata Api
Untuk Moda kereta api telah lebih dahulu diberangkatkan pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang, Semarang, menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menggunakan KA Tawang Jaya Premium.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyatakan, program balik rantau gratis merupakan bentuk kehadiran negara, untuk meringankan beban para perantau, terutama bagi pekerja sektor informal.
“Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas, tidak hanya pada saat mudik, tetapi saat balik pun kita lakukan,” katanya saat melepas rombongan Balik Rantau Gratisdi Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu 28 Maret 2026.
Menurut Luthfi para peserta program itu kebanyakan adalah pekerja informal, mulai dari tukang bakso, pekerja pabrik, tukang ojek, pekerja bangunan, hingga pedagang kecil, sehingga ongkos perjalanan pulang-pergi menjadi pengeluaran besar, yang bisa sangat membebani ekonomi keluarga.
“Dengan negara hadir memberikan sumbangan, meskipun itu kecil, tetapi sangat berharga bagi mereka. Balik rantau gratis juga memberi dampak lain, yakni membantu pengaturan lalu lintas agar perjalanan pemudik lebih tertib, terkonsentrasi, dan terawasi,” ujarnya.
Luthfi berpesan kepada warga Jawa Tengah yang kembali ke perantauan, agar tetap menjaga semangat bekerja dan membawa nama baik daerah asal.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arif Djatmiko mengatakan, program Balik Rantau Gratis diselenggarakan sebagai wujud kehadiran pemerintah bagi warga Jateng yang merantau ke Jabodetabek dan Bandung, terutama yang bekerja di sektor informal, agar memperoleh sarana transportasi yang pasti, mudah, aman, dan nyaman.
- Kapolri Berlakukan One Way Nasional dari Kalikangkung Hingga Cikampek
- Jumlah Penumpang Angkutan Umum Lebaran 2026 Capai 10,02 Juta Orang
- Arus Balik Lebaran, Terjadi 251 Lakantas Sebabkan 17 Orang Tewas
Miko, sapaannya, menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Pendaftaran yang dibuka pada 13 hingga 14 Maret 2026 bahkan langsung penuh dalam waktu singkat.
“Pendaftaran Balik Rantau ini dilakukan pada 13 sampai dengan 14 Maret 2026. Pendaftaran hanya 10 menit, langsung penuh,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menjalankan program mudik gratis. Secara keseluruhan, rangkaian program mudik-balik rantau gratis Pemprov Jateng tahun ini menjangkau 21.975 orang, terdiri dari 1.288 penumpang kereta api mudik, 16.186 penumpang bus mudik, 320 penumpang kereta api balik rantau, dan 4.181 penumpang bus balik rantau. (-)
