Libur Idulfitri, Konsumsi BBM Gasoline di Jateng dan DIY Naik 28,4%

SetyoNt - Minggu, 29 Maret 2026 09:38 WIB
Libur Idulfitri, Pertamina Catat Konsumsi BBM Gasoline di Jateng dan DIY Naik 28,4 Persen.

Semarang, Jatengaja.com - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat kenaikan konsumsi BBM dan LPG selama periode Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 di Jateng dan DIY.

Kenaikan konsumsi BBM dan LPG ini, seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat pada arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Konsumsi BBM ritel jenis gasoline mengalami kenaikan sebesar 28,4 %, dari rata-rata normal 12.943 KL menjadi 16.625 KL per hari,” kata Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan dalam keterangan tertulis, Sabtu 28 Maret 2026.

Sedangkan untuk konsumsi gasoil tercatat terjadi penurunan sebesar 10,2%, dari 7.069 KL menjadi 6.350 KL per hari, karena adanya pembatasan operasional truk.

“Puncak konsumsi gasoline terjadi pada 19 Maret 2026, dengan volume mencapai 20.681 KL, seiring meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi selama periode mudik Lebaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsumsi LPG juga mengalami kenaikan sebesar 6,7% dari 4.854 metrik ton (MT) perhari menjadi 5.179 MT perhari.

Untuk LPG subsidi 3 kg, konsumsi meningkat 7,2% dari 4.630 MT perhari menjadi 4.965 MT perhari, sedangkan LPG non-subsidi mengalami penurunan 4,7% dari 224 MT perhari menjadi 214 MT perhari.

“Puncak konsumsi terjadi pada 18 Maret 2026, dengan volume mencapai 5.424 MT,” ujarnya.

Taufiq menambahkan Pertamina telah mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM dan LPG sejak awal periode Satgas RAFI, termasuk dalam menghadapi puncak arus balik.

“Secara regional, Pertamina memastikan ketahanan energi tetap terjaga, dengan ketersediaan stok energi hingga 29,2 kali lipat dari rata-rata konsumsi harian,” tandasnya.

Taufiq mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Gerakan Hemat Energi dengan menggunakan BBM secara bijak dan efisien selama perjalanan, serta tidak melakukan panic buying karena stok dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS