Arus Balik Lebaran, Terjadi 251 Lakantas Sebabkan 17 Orang Tewas
Jakarta, Jatengaja.com - Pada arus balik Lebaran, Minggu-Senin 22-23 Maret secara nasional telah terjadi sebanyak 251 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di sejumlah daerah.
Menurut juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala kasus lakalantas itu mengakibatkan sebanyak 17 orang meninggal dunia, 28 orang luka berat, dan 48 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp314 juta.
Untuk itu, ia, mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendaraan, guna menghindari kecelakaan yang tidak dikehendaki.
- Jumlah Penumpang Angkutan Umum Lebaran 2026 Capai 10,02 Juta Orang
- Kapolri Berlakukan One Way Nasional dari Kalikangkung Hingga Cikampek
- Diplomasi Meja Makan: Merawat Tasamuh di Hari Fitri
- Ribuan Umat Islam Ikuti Salat Idulfitri Perdana di Masjid Negara IKN
- Gubernur Jateng Bersama Ribuan Umat Islam Salat Idulfitri di Semarang
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” imbau Kombes Pol. Marupa Sagala dilansir dari tribratanews.polri.go.id, Selasa 24 Maret 2026.
Berdasarkan data volume lalu lintas pada Minggu (22/3) pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 kendaraan, meningkat 65,79 persen dibandingkan volume normal dan naik 2,06 persen dibandingkan Lebaran tahun 2025.
Adapun kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat sebanyak 122.994 kendaraan, turun 3,66 persen dibandingkan kondisi normal, namun meningkat 3,73 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Polri juga menyampaikan bahwa arus lalu lintas saat ini terpantau mulai melandai dan telah kembali normal dua arah, seiring dengan penghentian rekayasa lalu lintas sistem one way berdasarkan evaluasi kondisi di lapangan secara real time.
Meski demikian, arus balik mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap menuju Jakarta. Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua tahap, yakni pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.
“Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap,” jelas Kombes Pol. Marupa Sagala.
Sebagai langkah antisipasi, Polri bersama stakeholder terkait akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk contraflow, one way lokal maupun nasional.
Rencana penerapan one way nasional dijadwalkan mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan untuk menghindari kepadatan di jalur utama.
Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri juga mengoptimalkan pemantauan melalui CCTV, traffic counting real time, serta koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan,” ujar Kombes Pol. Marupa Sagala. (-)
