Stunting di Kota Semarang 1.367 Kasus, Wali Kota : Ayo Dikeroyok dan Diselesaikan Bersama

Sulistya - Rabu, 16 Februari 2022 11:23 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Jatengaja.com/dok/semarangkota.go.id)

Semarang, Jatengaja.com – Total kasus stunting atau kurangnya asupan gizi se-Kota Semarang tercatat 1.367 kasus. Menilik masih cukup tingginya kasus, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat berkunjung ke wilayah Kecamatan Tembalang, meminta kasus stunting dikeroyok dan diselesaikan Bersama.

“Ayo kita keroyok dan diselesaikan Bersama. Salah satu upayanya adalah melalui pemenuhan asupan makanan bergizi bagi anak,” tutur wali kota dalam siaran persnya saat berkunjung ke Kampung Batik, Duren Indah, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang.

Menurut Hendi, sapaan akrab wali kota, di Kecamatan Tembalang sendiri tercatat ada 66 kasus kasus stunting. Karena itulah, Hendi bersama sang istri yang merupakan Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana, sangat peduli dengan kasus stunting.

Menurut Hendi, penanganan yang tepat dan segera perlu diberikan agar tidak mengganggu tumbuh kembang anak. Pemberian bantuan makanan tambahan 3x sehari dari DKK dan Tim Penggerak PKK Kota Semarang, diharapkan menjadi solusi dan perhatian dalam penanganan kasus stunting.

“Di sini anaknya masuk kategori stunting, ini bukan sesuatu yang aib. Tapi menjadi tidak baik kalau tidak kita bantu. Karena anak ini pertumbuhannya tidak bisa normal. Kasihan nanti ke depannya,” tutur Hendi.

Di samping mengingatkan warga untuk menggiatkan protokol kesehatan dan memantau kekurangan gizi bagi anak, dalam kunjungannya, Hendi meninjau sejumlah infrastruktur yang membutuhkan pembenahan.

Dirinya kemudian menginstruksikan Dinas Perumahan dan Pemukiman untuk secepatnya melakukan pembenahan pada infrastruktur Jalan Bangau Raya hingga tembus Jalan Kedungmundu yang banyak terdapat kerusakan.

Tak hanya itu, Hendi juga meminta untuk segera dilakukannya perbaikan rumah tidak layak salah seorang warga di kelurahan Mangunharjo.

“Hasil jalan bareng tadi ada jalan Bangau Raya sampai Kedungmundu yang sudah jelek. Tugasnya Disperkim untuk mengecek, minggu depan dikerjakan,” ujar Hendi. (-)

Editor: Sulistya

RELATED NEWS