Inovasi Terumbu Karang Buatan Berbahan Limbah Undip, Masuk Lab2Market 2026
Semarang, Jatengaja.com - Inovasi Artificial Fish Apartment (AFA) yang dikembangkan tim peneliti Undip di bawah kepemimpinan Prof Dr Ir Munasik, terpilih sebagai salah satu peserta Program Lab2Market 2026.
Tim pengembang AFA terdiri dari para akademisi dan praktisi multidisiplin di lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) yang memiliki kompetensi di bidang ekologi laut, teknologi perikanan, rekayasa konstruksi, sistem produksi, hingga monitoring lingkungan.
Program Lab2Market 2026 adalah program nasional yang berfokus pada percepatan hilirisasi dan komersialisasi hasil riset perguruan tinggi di Indonesia.
- Kemenag Adakan Kompetisi Fim Pendek Islami 2026 Berhadiah Puluhan Juta Rupiah
- Indosat, Adobe, dan Kemenekraf Berkolaborasi Mengubah Kreativitas Jadi Uang
- Sekda Jateng Tegaskan Masih Gratiskan PKB dan BBNKB Kendaraan Listrik
- Mohammad Saleh Minta Pemerintah Daerah Antisipasi Kenaikan BBM Non Subsidi
- Libur 1 Muharram, Pertamina Tambah 1,3 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY
Program Lab2Market menjadi wadah strategis bagi inovasi berbasis riset yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk atau solusi yang siap diterapkan di masyarakat dan dunia industri.
Prof. Munasik menyampaikan capaian ini menjadi motivasi bagi tim peneliti untuk terus mendorong hasil riset agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Kami bersyukur AFA dapat terpilih dalam Program Lab2Market 2026. Ini menjadi peluang penting untuk memperkuat proses hilirisasi inovasi yang telah kami kembangkan. Harapan kami AFA tidak hanya menjadi produk riset, tetapi juga solusi nyata yang mampu mendukung pemulihan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Artificial Fish Apartment (AFA) merupakan teknologi terumbu karang buatan yang dikembangkan dengan memanfaatkan material Fly Ash Bottom Ash, yaitu limbah hasil industri yang diolah kembali menjadi struktur ramah lingkungan bagi habitat biota laut.
Teknologi ini hadir sebagai solusi inovatif untuk mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir, meningkatkan produktivitas perikanan, serta memperkuat ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Dalam pengembangannya, AFA telah mencapai tingkat kesiapan teknologi (TRL) 7-8 dan telah diuji di beberapa wilayah pesisir Indonesia.
Hasil monitoring menunjukkan peningkatan jumlah ikan, keanekaragaman hayati, serta terbentuknya habitat laut yang lebih kompleks dan produktif.
Selain memberikan manfaat ekologis, teknologi ini juga dinilai lebih efisien secara ekonomi karena biaya produksinya lebih rendah dibandingkan produk terumbu buatan impor.
Program Lab2Market 2026 akan memberikan pendampingan intensif kepada tim AFA dalam berbagai aspek, mulai dari validasi pasar, penyempurnaan model bisnis, penguatan hak kekayaan intelektual, hingga pengembangan strategi komersialisasi dan jejaring investor.
- Santri Hafal 30 Juz Alquran di Jawa Tengah Dapat Uang Tali Asih Rp1 Juta
- Kemenag Usulkan Anggaran Rp9,6 Triliun untuk Kesejahteraan Guru Agama
- Puncak Musim Kemarau Diprediksikan Juli hingga Agustus 2026 Durasi Lebih Panjang
Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi AFA sebagai teknologi unggulan di bidang restorasi ekosistem laut dan pengembangan ekonomi biru nasional.
Sebagai bagian dari tahapan program, Tim AFA akan mengikuti kegiatan Kick-Off Lab2Market 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 25–26 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi awal perjalanan komersialisasi inovasi menuju penerapan yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional. (-)
