Emak-Emak Desa Plosokerep Sragen Dilatih Buat Keset Perca untuk Tambah Penghasilan
Sragen, Jatengaja.com - Guna memberdayakan ibu rumah tangga memperoleh tambahan pengasilan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan pembuatan keset kain perca.
Pelatihan pembuatan keset kain percaya yang diikuti 30 ibu rumah tangga atau emak-emak tersebutdi gelar di Desa Plosokerep Kecamatan Karamgmalang, Sragen Selasa (23/4/2024).
Selama ini keseharian emak-emak adalah sibuk mengurus rumah tangga dan antar jemput anakke sekolah, sehingga dengan adanya pelatihan diharapkan memberikan keterampilan yang bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
- SBI Cilacap Raih Peringkat Pertama Good Mining Practice Award Provinsi Jateng 2024
- Petani di Jateng Dapat Bantuan 10.000 Alsintan dan Pupuk dari Kementerian Pertanian
- Gedung Perpustakaan SMP IT Izzatul Islam Getasan Diresmikan
- Penjualan Hampers Rumah BUMN SIG di Rembang Melonjak 30%
- Jateng Gelar Specta 2024 Guna Genjot Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata
“Senang mendapat pelatihan pembuatan keset kain perca. Sebab, selama ini hanya mengandalkan gaji suami dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik,” kata peserta pelatihan, Murtini dilansirdari jatengprov.go.id, Rabu (23/4).
Ia yang mengaku baru pertama kali mendapat pelatihan latihan akan dikembangkan untuk membantu keuangan keluarga.
“Insya Allah akan saya kembangkan. Selama ini saya nganggur, hanya antar jemput anak. Semoga bisa membantu keuangan keluarga,” ujarnya.
Sekretaris Program Desa Dampingan Diskominfo Jateng Galih Wibowo mengatakan, pelatihan itu adalah rangkaian bantuan yang diberikan Pemprov Jateng, guna mendorong penuntasan angka kemiskinan.
Selain bantuan produktif berupa pelatihan, juga ada bantuan konsumtif seperti makanan tambahan bagi balita, serta pembenahan RTLH. Dengan begitu diharapkan dapat mengikis angka kemiskinan di desa tersebut.
“Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan warga, menambah nilai ekonomi. Harapannya, ketika program ini selesai di akhir 2024, warga Desa Plosokerep dapat mentas dari zona kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Menurut Galih, nantinya hasil kerajinan keset kain perca, ibu rumah tangga tersebut akan diserap oleh pengusaha keset lokal Desa Plosokerep.
Selain itu, ibu-ibu juga akan dibekali kemampuan menjual lewat daring, sehingga diharapkan mampu menambah pundi penghasilan warga desa.
“Semua sarana prasarana pelatihan disediakan oleh Diskominfo Jateng, baik itu alat pembuatan keset, hingga uang transportasi bagi peserta. Sumber dananya, berasal dari Unit Pengelolaan Zakat (UPZ) Diskominfo Jateng,” imbuhnya.
- Telkom Kembali Raih Penghargaan Linkedin Top Companies 2024 sebagai Tempat Kerja Terbaik
- Akibat Cacat Produksi, 448 Unit Suzuki Jimny 3 Pintu di Indonesia Ditarik
- Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan 128.000 Tabung LPG 3 Kg di Kota Semarang, Ini Alasannya
Mentor sekaligus pengusaha keset Desa Plosokerep, Naning Agustina, terkesan dengan kemampuan warga Plosokerep, karena baru sekali mendapat pelatihan sudah mampu mengasilkan produk keset bekualitas.
“Secara umum sudah bagus, kalau saya lihat sudah bisa dijual karya ibu-ibu, bagus prospeknya,” jelasnya.
Naning menyebut, keset produknya sudah melanglang ke berbagai daerah. Seperti, Sulawesi, NTT, Lampung, Bengkulu, dan Jakarta. “Insya Allah saya siap menyerap hasil karya ibu-ibu warga Desa Plosokerep,” katanya. (-)