Alat Plasma Ozon Buatan Undip Buat Cabai Bisa Tahan 3 Bulan

SetyoNt - Kamis, 22 Januari 2026 22:34 WIB
Undip menyerahkan bantuan Alat Plasma Ozon dan Pengering Surya Kepada Pemkab Temanggung. (dok. Humas Undip)

Temanggung, Jatengaja.com - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip menyerahkan bantuan alat plasma ozon dan pengering surya kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung.

Penyerahan alat plasma ozon dan pengering surya merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, kualitas hasil pertanian, dan kesejahteraan masyarakat Desa Campurejo, Kabupaten Temanggung.

Ketua LPPM Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof. Dr. Ing. Suherman menyatakan akan terus mengembangkan hasil-hasil riset tepat guna yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

“Ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian dan kebermanfaatan Undip, yang diwujudkan melalui Program Kemiskinan dan Ketahanan Pangan yang dicanangkan Rektor Prof Dr Suharnomo melalui LPPM,” katanya pada penyerahan alat plasma ozon dan pengering surya di balai desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, Rabu 21 Januari 2026.

Wakil Ketua Bidang Penelitian LPPM UNDIP, Prof. Firmansyah menambahkan alat plasma ozon adalah karya inovasi Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, dosen Fakultas Sains dan Matematika Undip.

“Alat plasma ozon berfungsi untuk memperpanjang umur simpan hasil pertanian, seperti cabai dan juga berbagai jenis sayuran lainnya,” katanya.

Ia menyebutkan cabai yang normalnya hanya bertahan sekitar tiga hari menjadi dapat bertahan hingga satu minggu atau lebih, bahkan jika dikombinasikan dengan peyimpanan berpendingin, akan bertambah daya tahannya hingga dua sampai tiga bulan.

Dengan umur simpan yang lebih panjang, petani tidak lagi terpaksa menjual hasil panen secara cepat saat panen raya, sehingga harga dapat distabilkan dan petani memiliki kendali lebih besar atas waktu penjualan.

Kondisi ini berdampak langsung pada stabilitas pendapatan petani sekaligus menjaga harga tetap wajar bagi konsumen, dan tentu berkontribusi menjadi inflasi daerah.

“Sedangkan alat Pengering Surya inovasi dari Prof. Dr. Ing. Suherman, dapat mempersingkat waktu pengeringan komoditi pertanian, seperti kopi, jagung, gabah dan lain-lain, sehingga pengolahan hasil panen dapat menjadi jauh lebih efisien, apalagi di musim hujan ini,”ujarnya.

Sementara, Bupati Temanggung, Agus Setyawan sangat mengapresiasi LPPM Undip atas kepedulian dan kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat.

“Potensi pertanian di desa Campurejo sangat beragam, sehingga pemberian alat plasma ozon dan pengering surya tepat sasaran untuk mendukung pengembangan ekonomi desa berbasis potensi local,” kata Agus.

Peneliti UNDIP, Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA menyampaikan keunggulan teknologi alat plasma ozon ini adalah kemampuannya mengurangi pembusukan dan residu pestisida, sehingga produk pertanian yang sebelumnya ditanam secara konvensional dapat memiliki kualitas setara produk organik setelah proses pencucian ozon.

Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T, menjelaskan alat pengering surya yang dirancang dengan sistem hybrid tenaga matahari dan infrared.

Alat pengering ini diharapkan sangat bermanfaat untuk komoditas unggulan daerah, seperti kopi, serta produk pertanian lainnya karena dapat mempercepat proses pengeringan dan meningkatkan nilai tambah hasil panen. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS