Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Logistik Korban Banjir
Semarang, Jatengaja.com - Guna membantu korban banjir di Kendal, Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyalurkan bantun logistik senilai ratusan juta rupiah.
Bantuan logistik Pemprov Jateng dikirim untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir tetap terpenuhi sehingga tak sampai terjadi kelaparan.
Kepala Dinas Sosial Jateng, Imam Maskur, mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan sesuai instruksi Gubernur Ahmad Luthfi, agar pemerintah provinsi sigap hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana.
- 1.239 Pesepabola Cilik Putri Ikuti MilkLife Soccer Challenge
- Pertamina Jamin Pasokan BBM di Kudus, Jepara, dan Pati Aman
- Nestle Tarik Produk Susu Formula Karena Mengandung Cereulide
- Cegah Korupsi, di Jateng Telah Berdiri 327 Desa Antikorupsi.
- Perusahaan China Akan Investasi Air Minum di Jateng Rp160 M
“Bantuan kami salurkan tidak hanya untuk Kendal, tetapi juga Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Hari ini seluruhnya sudah kami dropping,” katanya, Sabtu, 17 Januari 2026,
Ia menjelaskan, besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing daerah terdampak, serta ketersediaan stok logistik di pemerintah kabupaten/kota.
Untuk Kabupaten Kendal, senilai Rp 80.634.760, Kabupaten Batang menerima Rp 131.964.010, Kabupaten Pemalang Rp 171.390.415, dan Kota Pekalongan Rp 65.130.491. Seluruh bantuan diserahkan kepada dinas sosial setempat untuk dikelola lebih lanjut.
“Kendal masih memiliki stok logistik yang cukup, sedangkan Pemalang lebih besar karena persediaan menipis. Jika ke depan masih ada kekurangan, kami siap menambah bantuan,” ujarnya.
Adapun bantuan yang dikirimkan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, family kit, hingga pakaian anak.
Selain bantuan logistik, Dinas Sosial Jateng juga mendirikan dapur umum di wilayah yang mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan pangan. Salah satunya di Kabupaten Pemalang dengan kapasitas produksi hingga 4.000 bungkus makanan per hari.
Terkait puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026, Imam menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi.
“Musim hujan masih panjang. Logistik bantuan kami siapkan, baik dari APBD Jawa Tengah maupun dukungan Kementerian Sosial. Termasuk santunan bagi korban meninggal dunia dan rumah hanyut, sudah kami koordinasikan,” ujarnya. (-)
