Dua Mahasiswa Undip Raih Beasiswa JASSO dari Jepang
Semarang, Jatengaja.com - Dua mahasiswa program studi Magister Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Hilya Hafiyya Rahma dan Maulida Arlina meraih beasiswa dari Japan Student Services Organization (JASSO).
Mereka akan mengikuti program Short-term Exchange / Special Research Student di Toyohashi University of Technology (TUT) Jepang. Keduanya dijadwalkan berangkat pada awal Maret 2026.
Program ini merupakan bagian dari kerja sama akademik dan riset internasional yang berlangsung antara Fakultas Teknik Undip dengan Toyohashi University of Technology Jepang.
- Realisasi Investasi di Jateng 2025 Tembus Rp 88,50 Triliun
- Bupati Ditangkap KPK, Roda Pemerintahan Pati Tetap Berjalan
- Server VPS Performa Tinggi Solusi Stabilitas Sistem Digital
- Jumlah Penduduk China Turun, Gegara Banyak Gen Z Ogah Nikah
- Klaim Asuransi Petani Terdampak Banjir di Jateng Divalidasi
Kedua mahasiswa Undip akan menjalani International Research Training selama empat bulan di Water Environment Engineering Laboratory, Toyohashi University of Technology.
Di bawah bimbingan Prof. Kuriko Yokota dari TUT, kedua mahasiswa akan mengkaji tentang jalur degradasi plastik dan pembentukan mikroplastik menggunakan teknik karakterisasi polimer lanjutan, seperti ATR-FTIR spectroscopy dan analisis mikroskopis.
Hilya Hafiyya Rahma menyatakan hasil penelitian ini nantinya akan diolah untuk memperkuat tesis yang sedang mereka kerjakan di Magister Teknik Lingkungan.
“Data yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk memperkuat penelitian tesis saya dan disiapkan sebagai dasar penulisan artikel ilmiah internasional bersama mitra di Toyohashi University of Technology,” ujarnya.
Rencananya, Hilya akan mengintegrasikan kegiatan riset internasional ini dengan penelitian tesisnya yang mengkaji pencemaran mikroplastik di pulau kecil dalam kerangka One Health, khususnya pada kawasan wisata bahari di Indonesia.
Sedangkan Maulida akan memperdalam riset terkait jalur degradasi plastik pada lingkungan dengan variasi tingkat pengaruh manusia, guna memperkuat pemahaman ilmiah mengenai proses fragmentasi plastik dan implikasinya terhadap lingkungan.
Hilya berharap, program ini bisa mengharumkan nama Undip dan mengembangkan keilmuan di Indonesia. “Harapan saya dapat membawa nama baik Undip dan menjalankan serta menyerap ilmu untuk terus berkembang lebih baik lagi,” harapnya. (-)
