Undip
Kamis, 28 Agustus 2025 13:02 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt
Semarang, Jatengaja.com - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melepas tiga guru besar yang memasuki purna tugas atau pensiun setelah mengabdi puluhan tahun di perguruan tinggi itu.
Sedangkan tiga profesor mamasuki pensiun adalah Prof. Dr. Drs. Iriyanto Widisuseno, M.Hum. (Fakultas Ilmu Budaya), Prof. Dr. dr. Hardhono Susanto, PAK. (Fakultas Kedokteran), dan Prof. Dr. Ir. Endang Dwi Purbayanti, M.S. (Fakultas Peternakan dan Pertanian).
Pelepasan tiga guru besar atau profesor Undip dilakukan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik dengan agenda Upacara Purna Adi Cendekia di Gedung Prof. Soedarto, S.H, kampus Tembalang Semarang, Selasa 26 Agustus 2025.
Upacara yang berlangsung dengan suasana hangat, haru dan penuh apresiasi sekaligus sarat makna dipimpin Rektor Undip, Prof Suharnomo.
Acara dihadiri Ketua Senat Akademik, Ketua Majelis Wali Amanat, jajaran Wakil Rektor, Dewan Profesor, para Dekan Fakultas/ Sekolah, serta segenap pejabat universitas.
Ketua Senat Akademik Undip Prof. Ir. Edy Rianto, M.Sc., Ph.D, I.P.U, mengucapkan terima kasih kepada tiga guru besar yang selama ini telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam proses pendidikan anak bangsa, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan masyarakat Indonesia.
“Terima kasih telah mendampingi dan membimbing kami para yunior dalam menapaki jalan panjang dan sunyi dunia penelitian,” ujarnya.
Rektor Undip Prof Suharnomo menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tiga guru besar yang purna tugas karena dinilai telah mewariskan dedikasi, integritas, dan ilmu pengetahuan bagi UNDIP dan bangsa.
Prof Suharnomo menyatakan Purna Adi Cendekia bukanlah akhir, melainkan tonggak sejarah pengabdian. Ilmu dan pengaruh para Guru Besar akan terus menjadi cahaya bagi perjalanan Undip yang bermartabat dan bermanfaat.
“Undip berdiri tegak karena fondasi yang dibangun oleh para akademisi senior. Karya dan teladan Bapak-Ibu adalah warisan yang tak ternilai. Atas nama universitas, saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya,” ujar rektor Undip.
Dalam kesempatan itu tiga guru besar yang memasuki purna tugas menyampaikan orasi ilmiah.
Prof Iriyanto Widisuseno dengan kepakaran Filsafat Ilmu menyoroti kecerdasan buatan (AI) dan masa depan kemanusiaan.
Menurutnya, AI memang mampu mengolah data dengan kecepatan luar biasa dan akurasi, tetapi ia tak bisa menggantikan empati, kreativitas, intuisi, dan kebijaksanaan manusia.
“AI bukanlah ancaman, melainkan mitra yang dapat memperkaya cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi,” katanya.
Sedangkan Prof. Dr. dr. Hardhono Susanto, sebagai pakar anatomi kedokteran, mengingatkan tentang ancaman gaya hidup modern yang dikenal dengan istilah sitting disease.
Ia menyoroti bagaimana kebiasaan duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik telah menjadi “pandemi senyap” yang memicu berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes, obesitas, hingga gangguan kardiovaskular.
Prof Endang Dwi Purbayanti, M.S menyatakan urban farming sebagai solusi keberlanjutan ketahanan pangan perkotaan.
“Urban farming bukan sekadar bercocok tanam di kota, tetapi strategi menjaga kualitas hidup, menyediakan pangan sehat, dan menciptakan ruang hijau dan membuka peluang wirausaha baru. Di tengah keterbatasan lahan, inovasi seperti vertikultur, hidroponik, dan aquaponik menjadi kunci,” jelasnya.
Upacara ditutup dengan penyerahan plakat Purna Adi Cendekia oleh Rektor didampingi Ketua Senat Akademik. Seluruh hadirin berdiri memberi penghormatan, diiringi lantunan lagu “Bagimu Negeri”. (-)
Bagikan
Undip
4 hari yang lalu
kendaraan listrik
16 hari yang lalu
Undip
sebulan yang lalu