Korps Muballigh Muhammadiyah Aceh Barat Gelar Safari Ramadan

Sulistya - Rabu, 11 Maret 2026 11:15 WIB
Momentum Nuzulul Qur’an 1447 H menjadi pijakan Lurps KMM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Barat untuk memperkuat basis spiritualitas dan sosial.

Aceh, Jatengaja.com - Momentum Nuzulul Qur’an 1447 H menjadi pijakan Lurps KMM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Barat untuk memperkuat basis spiritualitas dan sosial.

Dalam Safari Ramadan di Masjid Gampong Baro, Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, rombongan yang dipimpin Said Fadhilain SIP MA disambut hangat dilanjutkan buka puasa Bersama, Minggu, (8/3/2026).

Mereka didampingi aparatur pemerintahan desa, imam masjid, ketua pemuda, pengurus PKK, perwakilan manajemen perusahaan berlokasi sekitar desa, serta jamaah masjid gampong baro.

Dalam tausiyahnya, Said Fadhilain yang juga dosen Komunikasi Politik FISIP UTU Meulaboh, menekankan bahwa esensi Ramadan adalah pembentukan Integritas Diri. "Puasa melatih kejujuran mutlak antara hamba dan Tuhannya. Jika kita bisa jujur meski tak ada mata manusia yang melihat saat lapar, maka integritas itu harus membumi dalam mengelola amanah, pekerjaan, dan hati nurani di luar bulan suci," kata Dosen FISIP UTU tersebut.

Membedah QS. Al-Baqarah: 273, Said mengajak jamaah memiliki keberpihakan pada kaum lemah (Al-Muhsharun) yang memiliki harga diri tinggi (Iffah).

“Ramadan mengajarkan kita untuk tidak menjadi 'orang bodoh' yang mengira tetangga kita berkecukupan hanya karena mereka tidak meminta-minta secara mendesak. Puasa menghancurkan kesombongan kita dan mewajibkan keberpihakan kepada mereka yang lemah," ujarnya.

Terkait Nuzulul Qur’an, Said mengingatkan bahwa perintah Iqra’ (Bacalah) adalah perintah untuk membaca keadaan.

"Membaca Al-Qur'an bukan sekadar fasih di lisan, tapi mata hati yang waspada: Apakah anak yatim di sebelah rumah kita masih bisa sekolah? Al-Qur'an turun untuk mengubah kita dari pribadi cuek menjadi peduli, menjadi Rahmatan lil 'Alamin (rahmat bagi semesta) tanpa memandang perbedaan," katanya.

Said merumuskan konklusi puasa dan Nuzulul Qur'an ke dalam "Etika Qur’ani di Ujung Jari". Ia mengajak Gen Z Gampong Baro menjadi "Zaid bin Tsabit" masa kini yang menguasai teknologi untuk menyebar cahaya kebaikan, bukan kegelapan fitnah. "Jadikan smartphone-mu sebagai lentera (Mishkat). Ingatlah, jejak digitalmu adalah saksi di hadapan Allah kelak."

Kegiatan diakhiri dengan aksi nyata penyaluran Paket Ramadhan Ceria LAZISMU, oleh Said Fadhlain selaku pimpinan rombongan Safari Ramadan didampingi unsur KMM (Mukhtar SP), Pemuda (Ikhwanul Farissa SSi), dan 'Aisyiyah (Dra Tgk Rosnazar & Masyitah SPd.) kepada Keusyik Gampong Baro untuk disalurkan kepada kalangan fakir miskin. (-)

Editor: Sulistya

RELATED NEWS