UMKM Baru Sumbang 15% dari Total Nilai Ekspor Indonesia, Beda Jauh dengan China dan India

Kamis, 25 Agustus 2022 12:12 WIB

Penulis:Sulistya

Editor:Sulistya

13 jan ekspor.jpg
Penerbangan pertama ekspor produk UMKM Jawa Tengah melalui Bandara Ahmad Yani, Semarang, Kamis (13/1/2022).

Jakarta, Jatengaja.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Juli 2022 mencapai US$ 25,57 miliar. Namun dari jumlah tersebut, kontribusi ekspor melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dinilai masih relatif rendah. 

Direktur Utama PT Jamkrindo, Putrama Wahju Setyawan menuturkan, Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, UMKM hanya menyumbang sekitar 15% dari total nilai ekspor nasional, terpaut sangat jauh jika dibandingkan dengan presentasi kontribusi UMKM di China dan India. Pemerintah pun menargetkan kenaikan ekspor UMKM nasional di kisaran 17% pada tahun 2024.

Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi yang dilakukan Jamkrindo dengan segenap mitra penyalur pembiayaan diharapkan dapat memberikan pelayanan penjaminan dengan akses yang semakin mudah.  

Putrama mencontohkan kolaborasi yang dilakukan Jamkrindo dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam memberikan fasilitas pembiayaan dan jaminan kredit ke petani Bogor untuk ekspor tanaman ke Belanda. 

“Lebih dari 1.000 petani pohon yang dibina PT Minaqu Indonesia mendapatkan fasilitas kredit dan penjaminan kredit melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) hingga bisa ekspor tanaman ke Belanda,” tuturnya.

Optimalisasi TKDN

Selain mendorong agar UMKM bisa ekspor, Jamkrindo juga terus mendorong optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam pengadaan barang dan jasa. Hal ini sejalan dengan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri nasional.

Dalam melakukan pengadaan barang dan jasa, perusahaan senantiasa memprioritaskan komponen dalam negeri. Hal ini dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan oleh pemerintah. 

“Dengan semakin meningkatnya penggunaan produk-produk lokal diharapkan terjadi peningkatan utilisasi nasional yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi industri sehingga mampu bersaing di pasar dunia,” ujarnya.

Sampai dengan Semester 1 2022, PT Jamkrindo telah merealisasikan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 63,73%. Tidak hanya itu, PT Jamkrindo juga senantiasa meningkatkan pendapatan UMKM dengan cara melibatkan pelaku UMKM dalam rantai pasok pengadaan perusahaan. (-)