Ratusan Dosen Ikuti Diklat Ideologi Pancasila di Semarang

SetyoNt - Selasa, 24 Februari 2026 19:17 WIB
Sekda Jateng Sumarno pada pembukaan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila Khusus Bagi Dosen Pendidikan Pancasila Angkatan V di Hotel Novotel Semarang, Selasa 24 Februari 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila bagi para dosen perguruan tinggi negeri dan swasta.

Sebanyak 200 dosen Pendidikan Pancasila dari 108 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia Diklat yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa-Kamis 24-26 Februari 2026.

Selama tiga hari, para akademisi ini tidak hanya berdiskusi soal materi ajar, tetapi juga strategi membentuk karakter mahasiswa. Diklat menjadi ruang konsolidasi penting bagi dosen Pancasila, di tengah tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno mengatakan,peran dosen sangat krusial, karena nilai-nilai Pancasila pertama kali dikonstruksikan secara sistematis di bangku kuliah.

“Mahasiswa calon pemimpin masa depan, sehingga ideologi Pancasila harus tertanam kuat, bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai sikap dan tindakan,” kata pada Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila Khusus Bagi Dosen Pendidikan Pancasila Angkatan V di Hotel Novotel Semarang, Selasa 24 Februari 2026.

Sekda menegaskan, penguatan ideologi Pancasila memiliki kaitan langsung dengan kondusivitas wilayah, karena persatuan dan stabilitas sosial menjadi prasyarat utama pembangunan.

Sumarno juga menyoroti pentingnya pendekatan trainer of trainers dalam diklat tersebut. Dengan model ini, para dosen diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan ideologi secara lebih masif di lingkungan kampus masing-masing.

“Kami berharap dengan pelatih ini embrio akan berkembang, akan menyebar ke seluruh masyarakat khususnya Jawa Tengah dan kami sangat membutuhkan ini,” ujarnya.

Sementara, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi menyatakan pembinaan ideologi Pancasila kini telah diperkuat melalui buku teks utama yang diterbitkan BPIP bersama kementerian terkait.

Buku tersebut, lanjutnya, telah digunakan mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SLTA. BPIP saat ini tengah menyiapkan buku teks utama Pendidikan Pancasila untuk perguruan tinggi.

Yudian juga menyoroti Kota Semarang sebagai salah satu daerah dengan implementasi Pendidikan Pancasila yang sangat masif.

“Semarang hampir mencapai 98 persen dalam penyelenggaraan Pendidikan Pancasila berbasis buku teks utama. Ini capaian yang patut diapresiasi,” katanya.

Diklat Angkatan V ini diikuti 200 dosen, dengan komposisi 140 peserta dari luar Kota Semarang dan 60 dosen dari Semarang.

Selama pelatihan, peserta difokuskan pada penguatan kemampuan mengonstruksikan karakter Pancasila melalui aspek pengetahuan, disposisi, dan tindakan, khususnya dalam pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Pendidikan Pancasila.

Melalui diklat ini, diharapkan dosen tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga motor penggerak internalisasi nilai Pancasila di lingkungan akademik.(-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS