KTNA Didorong Terus Gelar Pameran Produk Pertanian Berkelanjutan

Sulistya - Kamis, 25 Agustus 2022 10:41 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau Expo KTNA di Pasar Bunga Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang. (Jatengaja.com/Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Semarang mampu menggelar pameran produk secara mandiri. Dengan kreativitas itu, KTNA didorong terus mengadakan pameran secara berkelanjutan sebagai wadah promosi hasil pertanian.

"Caranya kreatif meskipun skalanya kecil. Ini bisa dilakukan terus dan berulang sehingga nanti kalau ini dikenal orang lain, pembeli dapat melihat, dan petani saling berbagi ilmu," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai membuka Expo KTNA di Pasar Bunga Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang, Rabu (24/8/2022).

Dikatakan, kreativitas itu dapat dilihat dari berbagai produk pertanian yang dipamerkan. Mulai dari produk pangan seperti buah-buahan, sayuran, pembibitan, sampai produk olahan dan pupuk buatan.

"Mereka menampilkan produk-produk yang bagus, termasuk yang organik. Ternyata mereka bisa membuat enzim sendiri, bisa bertanam sendiri. Ini butuh pendampingan. Hari ini secara mandiri mereka memamerkan produknya," kata gubernur didampingi Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.

Meskipun petani telah mampu membuat pameran secara mandir ,tetapi itu dinilai belum cukup. Harus ada tindak lanjut dari gerakan yang dilakukan para petani itu. Salah satunya adalah pendampingan dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan yang masih mereka hadapi.

Pendampingan

"Setelah ini kita follow up, kita bantu apa problem mereka. Biasanya akan dihadapkan masalah packaging dan membesarkan skala usaha. Kita dampingi mereka untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas," ujarnya.

Pendampingan, lanjutnya, dari hulu sampai hilir. Mulai dari persoalan produksi, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran. Peningkatan itu tentu diharapkan dapat menambah nilai jual produk pertanian yang dihasilkan.

"Inilah yang kemudian dari hulu sampai hilirnya bisa disampaikan. Masyarakat bisa belanja (produk pertanian) termasuk bunga-bunga karena ini pasar bunga. Produk-produk itu harus bagus dan menghasilkan. Itulah tugas kami mendampingi membantu para petani itu," katanya.

Ganjar berharap dari keberlanjutan kreativitas itu nantinya dapat memunculkan produk-produk unggulan dari daerah. Misalnya dalam pameran tersebut Ganjar melihat potensi pasar buah alpukat yang satu biji dapat dijual sampai Rp 50 ribu. Selain itu para petani bisa saling belajar dan mereplikasi program yang sudah berjalan bagus. (-)

Editor: Sulistya

RELATED NEWS