Pusaka Jateng 2026 Berhasil Jaring 537 Gagasan Anak Muda Melalui Call for Papers

Selasa, 15 September 2026 17:25 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

bi juara paper.jpg
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho menyerahkan hadiah kepada pemenang call for papares Pusaja Jateng 2026, di Hotel Padma Semarang, Jumat 11 Oktober 2026. (Jatengaja.com/Totok)

Semarang, Jatengaja.com - Ajang Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah (Pusaka Jateng) 2026 berhasil menjaring 537 gagasan melalui Call For Papers.

Fokus Call For Papers tahun ini adalah menghasilkan rekomendasi implementatif dalam mendorong sumber pertumbuhan baru untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho mengatakan, dari 537 call for paper kemudian dikakukan seleksi menjadi 100 paper dan 30 paper untuk tahap penjurian hingga terpilih enam pemenang.

Enam paper terbaik tersebut dengan mengusung tema beragam mulai pariwisata, ekonomi kreatif berbasis pedesaan, ekonomi hijau, dan digitalisasi pemerintah daerah. 

“Mudah-mudahan paper-paper ini bisa dimanfaatkan untuk kita semua, baik Pemprov Jawa Tengah maupun stakeholder lainnya untuk mengambil kebijakan yang terkait dengan perekonomian dan khususnya pariwisata,” kata Noor Nugroho pada Puncak Pusaka Jateng 2026 di Ballroom Hotel Padma Semarang, Jumat, 11 September 2026.

Sementara Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin menyatakan gagasan dari Pusaka Jateng perlu dilihat sebagai sumber masukan untuk membuat kebijakan lebih tepat sasaran. 

"Salah satunya dalam mengukur dampak pariwisata, yang tidak cukup hanya dilihat dari jumlah wisatawan,”katanya saat memberikan keynote speech pada Puncak Pusaka Jateng 2026 di Ballroom Hotel Padma Semarang, Jumat, 11 September 2026. 

Sebagai juara pertama Call For Papers PUSAKA JATENG 2026 adalah Bayu Dwi Kurniawan, Yohanes Eki, dan Dede Yoga melalui paper “Transformasi Industri Menuju Ekonomi Sirkular: Identifikasi Sumber Pertumbuhan Baru untuk Mendorong Produktivitas Hijau di Pantura Jawa Tengah.”

Juara kedua diraih Regina Arva Salsabila, Daffa Rahmad Nabil, dan Sandira Ulima Yassar melalui paper “Jelajah LEREP: Evaluasi Ex-Ante Kebijakan Integrasi Lima Atraksi Desa Wisata Lerep Berbasis Jejak Digital, Deep Learning, dan Agent-Based Modeling.”

Serta juara ketiga diraih Manuel Exaudi Hutajulu, Firda Putri Kurniasari, dan Patricia Eunike Vanuela Simarmata melalui paper “Mampukah Pariwisata Mendorong Sektor Riil dan Pendapatan Fiskal Daerah? Analisis Heterogenitas Dampak Pengembangan Desa Wisata di Jawa Tengah.

Bayu Kurniawan menyatakan tema yang dipilih selaras dengan misi Jawa Tengah tahun 2008 yang telah memasuki akselerasi pembangunan, salah satunya untuk meningkatkan ekonomi hijau dan potensi desa.

Menurutnya hasil temuan di desakawasan Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, dan Purwodadi) mengalami peningkatan produktivitas hijau, demikian pula di kawasan industri Batang.

“Namun, perlu hati-hati juga karena kawasan-kawasan ini mempunyai potensi penurunan produktivitas hijau,” kata Bayu.

Ia menyarankan kepada desa-desa  yang memiliki potensi ekonomi sirkular untuk diberikan stimulus bantuan keuangan agar dapat berkembang aktivitas ekonominya, serta menjaga aspek lingkungan.

“Seperti diketahui dampak kerusakan lingkungan tidak hanya disebabkan industru besar, tapi juga  UMKM,” ujarnya. 

Sedangkan Daffa Rahmad Nabil menyatakan, dari dari hasil studi kasus di Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang setiap aktraksi pertunjukan yang ditampilkan memiliki pengalaman berbeda.

“Bila semua aktraksi itu bisa diintegrasikan atau digabungkan menjadi satu paket wisata dapat memberikan pengalaman pengunjung yang unik, baik edukasi, kuliner, dan lainnya,” jelasnya. (Adventorial)