Taj Yasin Sebut Pusaka Jateng 2026 Sumber Masukan Buat Kebijakan Pariwisata
Semarang, Jatengaja.com - Ajang Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah (Pusaka Jateng) 2026 menjadi referensi untuk menentukan arah kebijakan, khususnya terkait pengembangan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Untuk itu Pusaka Jateng 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jateng mengangkat tema “Transformasi Pariwisata Jawa Tengah sebagai Sumber Pertumbuhan Baru yang Inklusif dan Berkelanjutan”.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyatakan, tema tersebut sejalan dengan arah pembangunan Jateng pada 2027 yang akan mendorong pariwisata berkelanjutan dan ramah muslim, sekaligus pengembangan ekonomi syariah.
- Menag Nilai MTQ Nasional 2026 di Jateng Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
- Pertamina Kerahkan 350 Kapal Tanker untuk Kelancaran Pasokan Energi Nasional
- DSI Bukan Sekadar Monitor Ekspor, Integrasi Data Jadi Kunci Utamanya
“Gagasan dari Pusaka Jateng perlu dilihat sebagai sumber masukan untuk membuat kebijakan lebih tepat sasaran. Salah satunya dalam mengukur dampak pariwisata, yang tidak cukup hanya dilihat dari jumlah wisatawan,”katanya saat memberikan keynote speech pada Seminar Ekonomi Puncak Pusaka Jateng 2026 di Ballroom Hotel Padma Semarang, Jumat, 11 September 2026.
Acara dihadiri Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, M Noor Nugroho, dan mantan wakil Gubernur Bali yang Ketua PHRI Bali, Prof. Dr. Drs. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si, serta mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno secara daring.
Lebih lanjut, Taj Yasin menyatakan wisatawan yang datang kembali mengunjungi Jawa Tengah merupakan salah satu indikator penting karena dampat membawa dampak ekonomi.
Kunjungan berulang menunjukkan adanya ketertarikan dan pengalaman positif yang membuat Jawa Tengah menjadi bagian dari pilihan tujuan wisata mereka.
Dampak ekonomi dari kunjungan tersebut juga diharapkan tidak berhenti di destinasi wisata, tapi juga bias dinikmati pelaku UMKM dan potensi ekonomi di desa.
“Kunjungan wisata hanya pemantik, yang paling utama adalah mereka akan membelanjakan uangnya, membeli oleh-olehnya di UMKM yang ada di desa-desa,” ujar Taj Yasin.
Selain destinasi alam dan wahana, lanjut Taj Yasin, Pemprov Jateng juga akan memperluas daya tarik wisata dengan menawarkan potensi industry dengan mengemas menjadi wisata industri.
Wisatawan yang datang tidak hanya menghabiskan waktu untuk berwisata, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal potensi industri dan peluang usaha di Jawa Tengah.
“Harapan mereka berkunjung ke Jawa Tengah, melihat potensi industri dan berinvestasi,” tandasnya.
Taj Yasin menyampaikan pengembangan pariwisata membutuhkan ekosistem dan dukungan infrastruktur jalan yang baik untuk memudahkan wisatawan berkunjung.
Selain itu juga konektivitas antardestinasi wisata di daerah juga menjadi bagian yang perlu diperkuat agar wisatawan lebih mudah berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya.
Wagub Jateng menambahkan, saat ini Pemprov Jateng sedang menggenjot pariwisata ramah muslim dan halal food, untuk menarik wisatawan muslim dari Malaysia dan negara-negara Timur Tengah.
Kenyamanan wisatawan muslim perlu didukung dengan akomodasi yang ramah, ketersediaan tempat ibadah, serta kuliner yang telah memiliki sertifikasi halal.
“Kami sedang menggenjot wisata ramah muslim dan halal food untuk menarik wisatawan muslim dating berkunjung ke Jawa Tengah,” ujarnya.
Taj Yasin menambahkan, untuk itu perlu adanya panduan atau katalog destinasi wisata yang memberikan informasi mengenai destinasi ramah muslim, sehingga wisatawan dapat menentukan pilihan perjalanan dengan lebih mudah.

Sementara, Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho mengatakan, pelaksanaan Pusaka Jateng 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kelima.
Rangkaian kegiatan diawali dengan call for paper yang menghasilkan lebih dari 537 abstrak. Selanjutnya, karya-karya tersebut diseleksi menjadi 100 paper dan 30 paper untuk tahap penjurian hingga terpilih enam pemenang.
“Mudah-mudahan paper-paper ini bisa dimanfaatkan untuk kita semua, baik Pemprov maupun stakeholder lainnya untuk mengambil kebijakan yang terkait dengan perekonomian dan khususnya pariwisata,” harapnya. (Adventorial).
