Undip Jalin Kerja Sama dengan Universitas di China Bidang AI dan Robotika
China, Jatengaja.com - Universitas Diponegoro (Undip) memperluas jejaring internasional melalui Guangdong–Indonesia Higher Vocational Education Exchange Seminar.
Dalam kegiatan tersebut, Undip mengawali kolaborasi dengan institusi pendidikan di Provinsi Guangdong melalui penandatanganan kerja sama Memorandum of Understanding (MoU) dengan Guangdong Food and Drug Vocational College.
Salah satu kegiatan penting terutama penjajakan kolaborasi dengan pusat AI dan robotika di School of Digital Business di Guangzho/u City Polytechnic.
- Pembangunan Proyek PSEL Semarang Raya akan Dimulai Desember 2026
- Sindhu Laras Bocah Hidupkan Karawitan dan Pedalangan
- BI Jateng Perkuat Sinergitas dengan Pemda Jaga Pangan dan Inflasi Melalui GPM
Delegasi UNDIP dipimpin oleh Rektor Prof Dr Suharnomo, didampingi Dekan Fakultas Teknik Prof Dr Jamari, dan Direktur Inovasi dan Kerja Sama drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D.
MoU ditandatangani oleh Prof. Suharnomo bersama Deputy Director Prof. Hou Song dan disaksikan oleh President of the Guangdong Education Association of International Exchange (GDEAIE) serta President of Guangzhou Huashang Vocational College, Prof. Lu Kunjian.
Dalam pertemuan tersebut, GDEAIE menyampaikan ketertarikan untuk membangun kolaborasi dengan UNDIP sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia.
Kerja sama diarahkan pada mobilitas mahasiswa Guangdong–Indonesia, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan kolaborasi pendidikan vokasi dengan industri, khususnya pada bidang artificial intelligence (AI), pangan, kesehatan, digitalisasi teknologi pertanian, dan industri kreatif.
Prof. Suharnomo menyambut baik peluang tersebut dan menegaskan kesiapan UNDIP untuk mengembangkan kerja sama yang menghubungkan pendidikan, riset dan inovasi dengan kebutuhan industri.
Potensi tersebut semakin terbuka dengan berkembangnya kawasan industri di Jawa Tengah, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang menjadi lokasi investasi berbagai perusahaan internasional, termasuk dari China.
Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menegaskan pengembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, dan teknologi digital menjadi salah satu bidang strategis yang perlu diperkuat melalui kolaborasi internasional.
“Kami melihat peluang besar untuk mempertemukan kekuatan akademik UNDIP dengan perkembangan teknologi dan industri. Harapannya, mahasiswa dan peneliti UNDIP memperoleh akses pada ekosistem teknologi yang maju, sementara hasil pendidikan dan riset yang dikembangkan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan industri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang difasilitasi oleh CUCAS (China’s University and College Admission System) ini juga membahas gagasan pembentukan cluster kolaborasi universitas–industri.
CEO CUCAS Indonesia, Mr. Zhou Dong, mendorong kolaborasi sejumlah universitas Indonesia dengan sektor industri yang spesifik sehingga tercipta link and match yang lebih kuat.
- Program BeZakat Indonesia untuk Jenjang S1 Kembali Dibuka, Ini Syaratnya
- Undip Bantu 5 Unit Mobil Pengolahan Air Tanggap Bencana kepada BNPB
- Pembangunan Jalan Kelok 23 Pansela DIY Rampung, Ditarget Operasi Oktober 2026
Sejalan dengan hal tersebut, UNDIP juga berencana membuka Mandarin Center dan menjajaki kerja sama dengan CUCAS untuk mempersiapkan mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri China di Indonesia.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke pusat AI dan robotika serta School of Digital Business di Guangzhou City Polytechnic.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju program konkret antara UNDIP dan mitra di Guangdong dalam bidang pendidikan, teknologi, inovasi, mobilitas mahasiswa, serta kolaborasi universitas–industri. ***
