BI Jateng Perkuat Sinergitas dengan Pemda Jaga Pangan dan Inflasi Melalui GPM
Demak, Jatengaja.com - Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sinergitas bersama pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi melalui Gerakan Pangan Murah.
Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah (Jateng), M. Noor Nugroho mengatakan sinergitas dengan pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi salah satu kunci dalam menjaga ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat.
“Bank Indonesia senantiasa hadir mendukung langkah proaktif pemerintah daerah dan TPID dalam menjaga stabilitas inflasi pangan melalui kerangka Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera,” katanya di sela kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor LPP TVRI Jawa Tengah, Pucang Gading, Kabupaten Demak, Rabu 2 September 2026.
- BPBD Jateng Gunakan Segala Secara Pemadaman Kebakaran TPA Sampah Putri Cempo
- Puluhan Jadwal Penerbangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Dihentikan
- UKT dan Kos Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Ditanggung Gubernur Jateng
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-64 LPP TVRI Jateng, diprakarsai Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah bersama LPP TVRI Jawa Tengah, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Pemerintah Kabupaten Demak dan didukung BI Jawa Tengah.
Dalam GPM tersebut, BI Jateng menghadirkan program tebus murah telur ayam ras dengan pembayaran menggunakan QRIS.
Lebih lanjut, Noor menjelaskan, penguatan pasokan melalui operasi pasar dan GPM diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pangan dan kebutuhan masyarakat.
“Penguatan ketersediaan pasokan melalui operasi pasar dan GPM diharapkan mampu mengarahkan ekspektasi inflasi masyarakat serta menjaga daya beli secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan pengendalian inflasi membutuhkan konsistensi kebijakan dan koordinasi lintas instansi, sehingga BI bersama pemerintah daerah dan TPID terus memperkuat berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas pangan yang memiliki pengaruh terhadap inflasi.
Dalam GPM itu berbagai komoditas strategis disediakan dengan harga terjangkau, mulai beras SPHP, Minyakita, gula pasir, daging ayam beku, telur ayam ras, cabai, bawang merah hingga bawang putih.
Selain komoditas utama, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai produk pangan lokal bersubsidi dan hasil hilirisasi pangan daerah.
Di antaranya beras organik, beras analog berbahan jagung dan singkong serta aneka produk olahan mocaf.
Dukungan BI melalui tebus murah telur menggunakan QRIS juga menunjukkan sinergi antara pengendalian inflasi dan akselerasi digitalisasi transaksi.
Melalui konsistensi bauran kebijakan dan koordinasi lintas instansi, BI Jawa Tengah bersama pemerintah daerah optimistis inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Tengah pada 2026 tetap rendah dan terkendali. Inflasi ditargetkan berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen.
Upaya menjaga stabilitas harga tersebut diharapkan mampu mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan. Pada akhirnya, pengendalian inflasi menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang kuat, inklusif dan berkelanjutan. (-)
