Puan Mulai Dapat Serangan Politik Isu Agama dari Pendukung Ganjar

Kamis, 19 Mei 2022 14:01 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

dpr-puan.jpeg
Geliat Pengurus dan Kader PDI Perjuangan di Daerah Terus Wacanakan Puan Capres 2024 (foto dok.dpr.go.id)

Jakarta, Jatengaja.com – Berbagai cara dilakukan para pendukung bakal calon presiden pada Pilpres 2024, seperti dilakukan pendukung Ganjar Pranowo mulai terlihat jumawa dengan menerapkan segala strategi mendewakan sosok yang didukungnya.

Termasuk dengan cara politisasi agama untuk menyerang pihak yang dianggap sebagai rival politik pada kontestasi Pilpres 2024

Seperti cara dan pernyataan dari konten creator Gus AA dalam akun Youtube Tanda Tanya Politik. Jika sebelumnya beberapa kontennya cenderung untuk menyerang Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono serta Prabowo Subianto, kali ini fokus serangannya ditujukan ke Puan Maharani.

Tidak tanggung-tanggung, Gus AA mengatakan alasan kenapa harus Ganjar yang jadi presiden dengan puja puji yang sundul langit, juga membawa-bawa dalil agama untuk menyerang Puan Maharani.

Begini komentar Gus AA dalam video di akun Youtube tersebut: "Dalam Islam pemimpin itu digambarkan sebagai imam. Maka seseorang yang wajib menjadi imam adalah laki-laki. Selama ada laki laki, wanita cewek ibu ibu emak emak teteh gak bisa jadi imam. Gak bisa jadi pemimpin"

Dalam video tersebut, Gus AA juga mengatakan bahwa Ganjar paling ideal dibanding Anies Baswedan dibanding Prabowo dan calon presiden yang lainnya. 

"Ganjar paling ideal dan dia sosok yang diinginkan oleh semua partai memang Ganjar paling ideal punya kemiripan dengan Jokowi itu 90% jadi ketika Jokowi tidak bisa tiga periode sudah jelas tongkat estafet itu ke Ganjar" katanya.

Begitu mendewakan Ganjar yang diyakini akan menjadi presiden, Gus AA bilang bahwa Ganjar adalah calon tunggal yang akan menjadi presiden sehingga siapapun yang menyepelekan Ganjar sama dengan menyepelekan bangsa Indonesia.

"Menghina Ganjar sama saja dengan menghina bangsa Indonesia merendahkan Ganjar sama dengan merendahkan bangsa Indonesia sama saja dengan menyepelekan bangsa indonesia. Karena dia ini calon tunggal yang akan jadi presiden di 2024. Rakyat sudah memilih" kata Gus AA. (-)