Produksi Beras di Jateng Pada 2021 Mencapai 5,53 Juta Ton Meningkat 1,36% Atas Tahun Lalu

Jumat, 04 Maret 2022 20:53 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

beras
Ilustrasi persediaan beras nasional. (Ilustrasi/Foto: Ismail Pohan/TrenAsia)

Semarang, Jatengaja.com - Produksi beras di Jawa Tengah (Jateng) dalam kurun waktu Januari hingga Desember 2021 mencapai 5,53 juta ton, mengalami kenaikan sebesar 74,47 ribu ton atau 1,36% dibandingkan atas 2020 sebesar 5,46 juta ton beras.

Produksi beras tertinggi pada 2021 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 1,41 juta ton dan terendah terjadi pada bulan Januari yakni sebesar 0,13 juta ton.

Dilansir dari jatengbps.go.id, Jumat (4/3), untuk realisasi panen padi di Jateng pada 2021 sebesar 1,70 juta hektar, atau mengalami kenaikan sekitar 29,78 ribu hektar atau 1,79%  dibandingkan atas 2020 yang mencapai 1,67 juta hektar. 

Puncak panen padi pada 2021 terjadi pada bulan Maret, yang mencapai 0,42 juta hektar, sementara puncak panen pada 2020 terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 0,34 juta hektar.

Untuk luas panen padi pada Januari 2022 mencapai 0,063 juta hektar, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2022 diperkirakan seluas 0,718 juta hektar. 

Sementara untuk produksi padi di Jateng sepanjang Januari hingga Desember 2021 mencapai sekitar
9,62 juta ton gabah kering giling (GKG) mengalami kenaikan sekitar 129,49 ribu ton atau 1,36% dibandingkan atas 2020 sebesar 9,49 juta ton GKG. Produksi padi tertinggi pada 2021 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 2,45 juta ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 0,23 juta ton GKG.

Penurunan produksi padi yang cukup besar pada 2021 terjadi di beberapa wilayah potensi penghasil padi seperti Kabupaten Cilacap, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Semarang. 

Sedangkan beberapa kabupaten/kota mengalami peningkatan produksi padi yang relatif besar, misalnya Kabupaten Rembang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Wonogiri.

Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi GKG tertinggi pada 2021 adalah Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Cilacap.

Untuk kabupaten/kota dengan produksi padi terendah masing-masing Kota Solo, Kota Magelang, dan Kota Tegal. (-)