Libur Lebaran, 687.470 Orang Wisatawan Kunjungi Jawa Tengah

Kamis, 26 Maret 2026 21:34 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

jateng wisata.jpg
Libur Lebaran, 687.470 Orang Wisatawan Kunjungi Jawa Tengah. (ilustrasi/dok.Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah menyebutkan selama libur panjang Lebaran 2026 jumlah wisatawan mencapai 687.470 orang.

Menurut Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah (Jateng), Hanung Triyono jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.

“Pada libur Lebaran tahun 2026 hingga 25 Maret tercatat mencapai 687.470 orang, naik 5,25 persen dibandingkan atas periode yang sama pada 2025 sebanyak 653.178 orang,” katanya, Kamis 26 Maret 2026.

Dia menambahkan, ada sembilan objek wisatawan  yang menjadi pantauan utama (proxy) yakni  Candi Borobudur Magelang, Owabong Purbalingga, Baturraden Banyumas, Guci Tegal, Pantai Menganti Kebumen, Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga Demak, dan Candi Prambanan.

Dari sembilan objek wisata itu, Kota Lama Semarang mencatat kunjungan wisatawan lebih tinggi dibandingkan yang lain. Dengan total jumlah kunjungan mencapai 222.856 orang. Selanjutnya, Masjid Agung Demak 124.363 orang, dan Candi Prambanan 94.858 orang.

Destinasi wisata berbasis kawasan kota dan ikon budaya, menjadi pilihan utama wisatawan. Wisatawan kini cenderung memilih lokasi yang menawarkan pengalaman visual dan spot menarik untuk dokumentasi.

“Terjadi pergeseran dari wisata alam ke wisata urban dan ikon destinasi. Selain itu, wisatawan juga lebih mencari pengalaman yang kuat secara visual,” jelasnya.

Fenomena itu, lanjut Hanung, dikenal sebagai visual tourism, di mana wisatawan memilih destinasi yang instagramable, dan memiliki nilai estetika tinggi untuk dibagikan di media sosial.

Selain perubahan selera wisatawan, faktor klimatologi turut memengaruhi pergerakan kunjungan. Cuaca yang kurang bersahabat di sejumlah daerah pegunungan, membuat wisatawan beralih ke destinasi yang lebih aman dan nyaman.

Ke depan, Disbudparekraf Jateng menilai, pentingnya pengelola destinasi wisata untuk beradaptasi dengan tren baru ini. 

“Penguatan konsep experience dan visual menjadi kunci untuk menarik wisatawan, terutama generasi muda,” ujar  Hanung. (-)