Selama Angkutan Lebaran 2026, Sebanyak 4,19 Juta Lembar Tike Ludes
Jatengaja.com - Selama angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia mencatat penjualan tiket terus menunjukkan tren positif seiring hingga memasuki periode puncak arus balik.
Hingga tanggal 24 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, total keseluruhan tiket kereta yang telah berhasil terjual mencapai angka sebabyak 4,19 juta lembar atau sekitar 93,3% dari total ketersediaan 4,49 juta tempat duduk selama angkutan Lebaran.
Penjualan tiket kereta api jarak jauh bahkan sukses menembus angka 3,61 juta lembar atau menyentuh level 101,2% dari kapasitas awal, sedangkan penjualan tiket untuk kereta api lokal tercatat mencapai angka 579 ribu lembar atau sekitar 62,5%.
- Undip Raih Peringkat ke-4 dan ke-152 Asia pada EduRank Maret 2026
- Gubernur Jateng Layat Almarhum Bos Djarum, Bambang Hartono
- Arus Balik Lebaran, Terjadi 251 Lakantas Sebabkan 17 Orang Tewas
- Jumlah Penumpang Angkutan Umum Lebaran 2026 Capai 10,02 Juta Orang
- Kapolri Berlakukan One Way Nasional dari Kalikangkung Hingga Cikampek
"Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik. Masyarakat memanfaatkan kereta api karena lebih nyaman dan terjadwal," ungkap Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangannya yang diterima TrenAsia.id jaringan jatengaja.com, Selasa 24 Maret 2026.
Sejumlah rangkaian kereta sukses mencatatkan tingkat pemesanan yang sangat luar biasa. Kereta api rute menuju Jakarta, seperti KA Airlangga dan KA Jayakarta keberangkatan dari Surabaya, langsung menjadi primadona para pemudik.
Tidak hanya dari wilayah timur, keberangkatan dari Stasiun Purwosari Solo melalui KA Bengawan tujuan ibu kota turut diserbu oleh masyarakat. Selain menuju Jakarta, mobilitas antarkota juga terpantau sangat padat melalui operasional KA Joglosemarkerto yang rutin mengelilingi wilayah Jawa Tengah.
Pergerakan penumpang lintas provinsi juga terus didominasi oleh rangkaian KA Sri Tanjung dengan rute tujuan akhir ke wilayah Banyuwangi. Sementara itu, KA Kahuripan dari Blitar menuju wilayah Bandung hingga armada KA Rajabasa di Pulau Sumatra turut menjadi armada andalan terlaris tahun ini.
Selama periode Lebaran 11 hingga 23 Maret 2026, KAI telah sukses melayani sebanyak 2,82 juta pelanggan di seluruh wilayah Jawa maupun Sumatra. Angka masif ini didominasi oleh 2,37 juta penumpang kereta jarak jauh serta 441 ribu pengguna kereta lokal.
Puncak mobilitas arus balik terekam jelas pada pergerakan akhir pekan yang menunjukkan lonjakan okupansi harian sangat tajam. Pada 22 Maret, volume penumpang mencapai 242 ribu orang, kemudian meningkat menjadi 246 ribu penumpang pada 23 Maret dengan tingkat okupansi 154,1%.
Memasuki momentum pagi hari di tanggal 24 Maret, tingkat pergerakan masyarakat perantauan ternyata masih tetap sangat tinggi. Sedikitnya terdapat 225 ribu pelanggan dijadwalkan berangkat menuju kota tujuan, dengan catatan persentase tingkat okupansi sementara yang langsung menyentuh 137,8%.
Tingkat okupansi yang melampaui angka 100% tersebut dimungkinkan berkat penerapan pola perjalanan dinamis para pelanggan di dalam satu rangkaian kereta. Skema satu kursi digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi berbeda memungkinkan jumlah penumpang dilayani melampaui ketersediaan fisik.
"Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api," tutup Anne. (-)
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Alvin Bagaskara pada 25 Mar 2026
