4.000 Pelari Penuh Semangat Ikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 Sambil Berbagi
Magelang, Jatengaja.com - Ribuan pelari dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan luar provinsi di Tanah Air dengan penuh semangat mengikuti ajang lari Rupiah Borobudur Playon 2026.
Para pelari yang didominasi kaum muda tersebut terbagi dalam dua kategori yakni ada yang menempuh jarak 5K dan 10K menyusuri jalan beraspal di sekitar kawasan Candi Borobudur. Di sejumlah titik, warga mengibur pelari dengan tarian dan bernyanyi.
Pelepasan peserta lari Rupiah Borobudur Playon 2026 ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M Noor Nugroho di kawasan Taman Wisata Borobudur, Magelang, Minggu (5/7/2026).
- Gerakan Nasional 1448K Titik Verivikasi Kiblat untuk Pastikan Arah Kiblat
- 2.595 Personel Polda Jateng dan Polres Jajaran Naik Pangkat
- OJK Ungkap Banyak Anak Muda Indonesia Terjebak Utang Pinjol
- Bupati Tegal Siap Sampaikan Penolakan Kemasan Polos Rokok ke Presiden
- Dicari Investor untuk Revitalisasi PRPP Jadi Futuristik Bertaraf Internasional
Ajang Rupiah Borobudur Playon 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berlangsung Sabtu-Minggu 4-5 Juli 2026.
Selain lari di lokasi juga digelar Expo UMKM yang diikuti 54 stand, edukasi kebanksentralan, Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Pelindungan Konsumen, kegiatan kegiatan yang terkait dengan pengendalian inflasi, serta berbagai hiburan bagi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah (Jateng), M Noor Nugroho menyatakan tema “Lari untuk Berbagi” mengandung makna selain menjadi ajang olahraga, Rupiah Borobudur Playon 2026 juga menjadi media untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia mendukung pengembangan sport tourism yang mengintegrasikan olahraga, pemberdayaan ekonomi, edukasi kebanksentralan, dan kepedulian sosial.
“Kegiatan Rupiah Borobudur Playon tahun ini diikuti lebih dari 4.000 pelari dari berbagai daerah di Jawa Tengah maupun dari luar Jawa Tengah termasuk gubernur Jawa Tengah dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan dari pendaftaran peserta lari 5K dan 10K diperoleh penerimaan sekitar Rp 660 juta yang akan disumbangkan semuanya kepada masyarakat di Kecamatan Borobudur.
“Dananya akan disalurkan kepada 10 desa dalam bentuk dukungan program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan desa di sekitar kawasan Borobudur,” katanya.
Melalui Rupiah Borobudur Playon 2026, Bank Indonesia memanfaatkan sport tourism sebagai media strategis untuk memperluas komunikasi kebijakan perbankan kepada masyarakat.
Sementara, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyatakan event olahraga lari Rupiah Borobudur Playon tidak sekadar menyehatkan jasmani, melainkan juga mendukung sektor pariwisata olahraga (sport toutism).
“Seluruh bupati dan wali kota untuk mencari spot-spot menarik yang dapat diangkat sebagai sport tourism di darah masing-masing,” ujarnya.
- Program Tali Asih Pemprov Jateng Terbuka bagi Semua Penghafal Kitab Suci
- Gubernur Jateng Dorong Kursi Roda Anaknya Ikuti Lari Soekarno Run 2026 di Solo
- Ini 4 Kamera Compact Premium Terbaik 2026, Ada Leica dan Sony
Luthfi menyampaikan terima kasih atas semua dukungan dan kerja sama dari Bank Indonesia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Sedangkan, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jateng, Dr Ir Ar Hanung Triyono menyatakan Rupiah Borobudur Playon 2026 bukan sekadar ajang lari, melainkan mesin penggerak ekonomi, pariwisata, dan kepedulian sosial.
“Kehadiran ribuan pelari dan pengunjung mampu menggerakkan berbagai sektor perekonomian masyarakat. Kami mengajan tidak hanya mengejar garis finish, tetapi juga membawa semangat hidup sehat, mencintai rupiah, mendukung UMKM lokal, serta ikut menggerakkan perekonomian Jawa Tengah,” ujarnya. (-)
