Ketua Baznas RI Sebut Potensi Penerimaan Zakat di Jateng Capai Rp20 Triliun

Senin, 11 September 2023 09:12 WIB

Penulis:SetyoNt

Editor:SetyoNt

baznas.jpg
Ketua Baznas RI, Noor Achmad (kanan) saat melakukan kunjungan ke Penjabat Gubernur Jateng, Nana Sudjana di Kantor Gubernur di Semarang, Jumat (8/9/2023). (dok. jatengprov.go.id)

Semarang, Jatengaja.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyebutkan potensi penerimaan zakat di Jawa Tengah (Jateng) cukup besar mencapai Rp20 triliun.

Hal ini disampaikan Ketua Baznas RI, Noor Achmad saat melakukan kunjungan ke Penjabat Gubernur Jateng, Nana Sudjana di Kantor Gubernur di Semarang, Jumat (8/9/2023).

“Di Jawa Tengah ini kalau kita lihat potensinya lebih dari Rp20 triliun. Tetapi kita juga tidak boleh asal-asalan, mesti dikaji betul mana yang paling mungkin terlebih dahulu,” kata Noor Achmad dilansir dari jatengprov.go,id.

Menurut ia, selama ini upaya yang sudah dilakukan oleh Baznas Jateng luar biasa, serta menjadi nomor satu di Indonesia dilihat i dari jumlah penarikan zakat.

Oleh karenanya, Noor Achmad mendorong bersama Penjabat Gubernur Jawa Tengah untuk bisa meningkatkan kenomorsatuan itu.

Program pentasharufan Baznas Jateng  juga berjalan baik, bahkan menjadi contoh di tingkat nasional. Salah satunya, mengenai bagaimana penerima atau mustahik yang menjadi prioritas penerima bantuan, berasal dari kelompok miskin atau miskin ekstrem. 

“Bantuan yang diberikan berupa bantuan konsumtif maupun produktif. Kita dorong, khususnya juga dalam rangka membantu masyarakat, dan khususnya lagi untuk penanganan kemiskinan ekstrem,” ujarnya didampingi Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji.

Sementara, Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana berkomitmen untuk melanjutkan program dengan Baznas Jateng, yang sudah dilakukan salama selama ini sudah luar biasa.

“Selama ini Baznas Jateng ini berjalan sangat baik. Koordinasi dengan Pemprov Jateng dan pemda juga sangat baik,” ujarnya.

Penerimaan Baznas Jateng dari tahun ke tahun terus meningkat, pada pada 2021senilai Rp57,2 meningkat menjadi Rp82,5 miliar pada 2022, serta 2023 penerimaan sudah mencapai hampir Rp80 miliar dari target Rp100 miliar. Jumlah itu belum ditambah penerimaan dari 35 kabupaten/ kota.

“Baznas ini kan lebih dekat dengan masalah kemanusiaan. Kita akan maksimalkan juga untuk upaya penanganan kemiskinan di Jawa Tengah,” kata Nana. (-)