jawa tengah
Sabtu, 09 Mei 2026 22:24 WIB
Penulis:SetyoNt
Editor:SetyoNt

Brebes, Jatengaja.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akan memperbaiki 30.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Jawa Tengah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026.
Hal ini disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait pada peluncuran BSPS Jawa Tengah 2026 di di Kabupaten Brebes, Sabtu 9 Mei 2026.
“Tahun lalu di Jawa Tengah dibangun 7.532 unit, tahun 2026 minimal 30.000 unit rumah. Naiknya sekitar 23.000 unit,” kata Maruarar.
Kriteria penerima BSPS antara lain warga berpenghasilan rendah, memiliki rumah tidak layak huni, belum pernah menerima bantuan sejenis, serta memiliki legalitas tanah atau rumah yang jelas
Kenaikan target BSPS di Jawa Tengah, lanjut Menteri PKP menjadi bagian dari percepatan program tiga juta rumah yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto.
Sebab, tahun ini pemerintah juga memperluas jangkauan BSPS secara nasional. Jika sebelumnya masih ada ratusan kabupaten/kota yang belum mendapatkan program, tahun ini seluruh kabupaten/kota di Indonesia memperoleh alokasi.
“Tahun lalu ada 222 kabupaten dan kota yang tidak dapat. Tahun ini semua kabupaten dan kota di Indonesia, lebih dari 500 daerah, mendapatkan program ini,” ujarnya.
Maruarar juga meminta agar pelaksanaan program bedah rumah ikut menggerakkan ekonomi lokal. Material bangunan seperti bata dan genteng diharapkan dibeli dari pelaku usaha di daerah.
“Barang-barang yang dibeli, seperti bata dan genteng, usahakan dari Jawa Tengah supaya ekonomi rakyat bergerak,”katanya.
Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan RTLH.
“Kami mengucapkan terima kasih, ada Pak Ara yang telah memberikan bantuan terkait bedah rumah. Ini akan sangat membantu Jawa Tengah dalam mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.
Selain program BSPS, penanganan RTLH di Jawa Tengah juga didukung APBD Provinsi dengan target 5.000 unit pada 2026. Untuk Kabupaten Brebes, target dari sumber APBD Provinsi sebanyak 249 unit.
Dukungan lain berasal dari CSR perusahaan dan Baznas. Pada 2026, target penanganan RTLH dari sumber tersebut di Jawa Tengah sebanyak 1.550 unit, terdiri atas Baznas 750 unit, Djarum 500 unit, dan Bank Jateng 300 unit.
Dengan demikian, total target penanganan RTLH di Jawa Tengah pada 2026 dari tiga sumber utama mencapai 36.550 unit. Rinciannya, 30.000 unit dari APBN melalui BSPS, 5.000 unit dari APBD Provinsi, serta 1.550 unit dari CSR dan Baznas.
Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana, dalam kesempatan sama memberikan program BSPS sebagai bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan hunian layak masyarakat.
“Kebutuhan bedah rumah masih besar sehingga program tersebut perlu terus diperkuat. Ke depan, untuk 2027 dan selanjutnya, bisa ditingkatkan lagi sehingga semuanya bisa terjangkau. Program ini juga bisa mendorong pemberdayaan UMKM, terutama toko bangunan di sekitar penerima manfaat,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan Program BSPS, Nunung mengaku, senang lantaran rumahnya yang rusak dapat segera diperbaiki berkat bantuan tersebut.
“Alhamdulillah senang, rumah saya sudah bocor. Sudah rencana renovasi tapi uangnya gak cukup. Jadi terima kasih atas bantuan ini,” kata ibu dua anak ini. (-)
Bagikan