BI Sebut Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9.08 Juta, Terbanyak Ketiga Nasional
Pekalongan, Jatengaja.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah mendukung akselerasi digitalisasi sistem transaksi pembayaran melalui penggunaan QRIS.
Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Jawa Tengah (Jateng) telah menembus sebanyak 9,08 juta orang, terbanyak ke-3 Nasional dengan 4,52 juta merchant terbanyak ke-4 Nasional.
“Bank Indonesia terus memperluas akseptasi digital melalui Pekan QRIS Nasional 2026 yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, M Noor Nugroho pada Media Briefing di Hotel Amandaru Pekalongan, Kamis 13 Agustus 2026.
- Triwulan II 2026, Ekonomi Jateng Tumbuh 5,71 Persen Lebih Tinggi dari Nasional
- KUR BRI Rp103,81 Triliun Dorong UMKM Naik Kelas dan Ekonomi Daerah
- AHA Commerce Masuk Thailand, Bawa Kapabilitas Pengelolaan E-Commerce Indonesia
Acara dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah Andi Reina Sari, Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Bimala, serta kepala kantor perwakilan BI Solo dan Purwokerta secara daring.
Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 belangsung 11–17 Agustus 2026, yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang mendekatkan dan memudahkan penggunaan pembayaran digital kepada masyarakat.
Berbagai kegiatan antara lain Adipati QRIS Run di Solo, Tegal City Run di Tegal, dan QRIS Purwokerto Run di Purwokerto.
Semantara, Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Bimala menjelaskan, volusi transaksi menggunakan QRIS di wilayah kerjanya yang mencakup Banyumas Raya Januari hingga Juni 20026 menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Menurutnya, volume transaksi QRIS selama Januari hingga Juni 2026 tercatat mencapai 112,571 juta dengan nilai total mencapai Rp8,57 triliun.
“Jumlah merchant QRIS di Banyumas Raya tercatat sebanyak 627.115. Ini menunjukkan penggunaan QRIS semakin luas dan menjadi bagiana penting dalam aktivitas transaksi masyarakat,” ujarnya.
Sedang Kantor Perwakilan BI Solo melaporkan volume transaksi QRIS selama Januari-Juni 2026 sebanyak 139,342 juta dengan nilai mencapai Rp11,62 triliun, total merchant senyak 932.494.
Pangsa pasar merchant dan transaksi QRIS masih didominasi wilayah kota Solo yang mencapai sebesar 38 persen.
M Noor Nugroho menambahkan selain melakukan akselerasi digitalisasi pembayaran, BI juga melakukan penguatan edukasi dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadaprupiah tetap dilakukan.
Pada semester I (Januari-Juni) 2026, telah dilaksanakan 49 kegiatan edukasi cinta bangga rupiah (CBP) dengan menjangkau 29.909 peserta di Jawa Tengah.
“BI juga menyalurkan Rp3,62 miliar uang layak edar ke empat pulau di Karimun Jawa Jepara sekaligus menghadirkan layanan kas keliling dan edukasi CBP Rupiah,” ujarnya. (-)
