Ekonomi Jateng Triwulan I 2026 Tumbuh Kuat, Dipicu Konsumsi RT dan Investasi
Semarang, Jatengaja.com - Perekonomi Jawa Tengah tumbuh pada triwulan I (Januari-Maret) 2026 tumbuh kuat sebesar 5,89 persen di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah (Jateng), M Noor Nugroho menyatakan, sumber pertumbuhan perekonomian dari sisi pengeluaran terutama berasal dari Konsumsi Rumah Tangga (RT) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi.
“Sedangkan dari sisi lapangan usaha, sumber pertumbuhan terutama berasal dari lapangan usaha industri pengolahan dan konstruksi,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat 8 Mei 2026.
- Dukung UMKM Tembus Pasar Internasional, BI Jateng Gelar Pameran UMKM Grande 2026
- 128 Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Edutrip ke Singapura dan Malaysia
- Penduduk Jakarta Didominasi Gen Z dan Milenial , Sebagian Enggan Cari Kerja
- Presiden Prabowo Targetkan Jawa Tengah Tahun 2028 Bebas Sampah
- Investasi Pabrik Sepatu di Brebes Rp 1,65 Triliun, Serap 4.044 Pekerja
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Nugroho menyebutkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 5,89% (year on year/yoy), lebih tinggi dibanding triwulan lalu sebesar 5,84% (yoy).
Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi provinsi di Jawa sebasar 5,79% dan nasional sebesar 5,61%.
Ia menyebutkan dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga dengan pangsa terbesar terhadap PDRB sebesar 60,01% tumbuh meningkat.
Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,08% (yoy) lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 4,44% (yoy).
“Pertumbuhan konsumsi rumah tangga didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat Jawa Tengah terutama saat momentum mudik Idulfitri 2026,” ujarnya.
Kuatnya konsumsi masyarakat juga tercermin pada peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Tengah hasil Survei Konsumen Bank Indonesia dari 117,56 pada Triwulan IV 2025 menjadi 123,82 pada Triwulan I 2026.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi dan Konsumsi Pemerintah turut mendukung peningkatan kinerja perekonomian Jawa Tengah dari sisi pengeluaran.
Investasi pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 9,61% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 sebesar 6,24% (yoy).
Akselerasi Investasi didukung pembangunan pabrik di kawasan industri dan proyek strategis yang masih berlanjut.
Konsumsi pemerintah juga tumbuh tinggi pada periode laporan tumbuh hingga 19,36% (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 sebesar 9,11% (yoy).
Peningkatan konsumsi pemerintah terutama didorong oleh akselerasi perbaikan jalan raya di tiap kabupaten/kota dan infrastruktur pariwisata dalam menyambut mudik Lebaran 2026.
Dari sisi lapangan usaha Industri Pengolahan yang memiliki pangsa terbesar hingga 32,69% masih menjadi kontribusi utama terhadap PDRB Jateng.
“Lapangan usaha Industri Pengolahan pada triwulan I 2026 tetap tumbuh positif sebesar 4,04 persen seiring dengan kinerja industri manufaktur yang masih kuat,” kata Nugroho.
Ia menambahkan umber pertumbuhan terbesar selanjutnya berasal dari lapangan usaha Konstruksi yang tumbuh hingga 11,91% (yoy) pada triwulan I 2026 lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 sebesar 6,85% (yoy).
Pertumbuhan Konstruksi sejalan dengan akselerasi perbaikan infrastruktur dalam menghadapi mudik Lebaran 2026 serta masih berlanjutnya pembangunan proyek strategis pemerintah dan pabrik di kawasan industri Jawa Tengah.
- Peringati May Day, Ribuan Buruh Ikuti Jalan Sehat
- Polda Jateng Terjunkan 1.133 Personel Polri Amankan May Day 2026
- BRI Peduli Bawa Semangat Baru untuk SDN 104 Langensari di Momen Hardiknas
“Akselerasi pembangunan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Sekolah Rakyat juga menjadi pendorong peningkatan kinerja konstruksi pada triwulan I 2026,” ujarnya.
Selain lapangan usaha idustri pengolahan dan konstruksi, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan-Minum (Akmamin) juga menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
Lapangan usaha penyediaan Akmamin tumbuh sebesar 14,14% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 13,97% (yoy). Peningkatan kinerja Penyediaan Akmamin ini terutama didorong oleh kenaikan tingkat okupansi hotel, penyediaan mamin selama momentum Ramadhan dan hari besar keamanaan, serta akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (-)
