Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Kirim Ribuan Paket Logistik
Semarang, Jatengaja.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi melepas keberangkatan 16 personel gabungan dan ribuan paket bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 17 Agustus 2026.
Pengiriman tersebut merupakan bantuan tahap pertama dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Selain logistik pangan dan nonpangan, tim juga membawa dukungan kesehatan untuk membantu penanganan darurat di wilayah terdampak.
"Tim segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT setibanya di lokasi, agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat. Setiap hari kita update kegiatannya agar bantuan itu betul-betul tepat sasaran. Jadi, pastikan bantuan itu tepat sasaran,” katanya.
- Polda Jateng Kirim Bantuan Kemanusian 10 Truk Logistik untuk Korban Gempa NTT
- 9.551 Napi dan Anak Binaan di Jawa Tengah Dapat Remisi Kemerdekaan RI
- Usaha Rumahan UMKM Sumedang Ini Berkembang Berkat Program AURA BRI Peduli
Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga solidaritas dan mengutamakan keselamatan selama menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat dan laut. Tim diminta tidak terburu-buru serta memastikan seluruh personel dan bantuan tiba dengan selamat.
Selain itu, Luthfi berpesan agar para relawan menjaga nama baik Jawa Tengah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak bencana.
“Jaga marwah Jawa Tengah. Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Berikan yang terbaik, bahwa Jawa Tengah sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Luthfi memastikan dukungan dari Jawa Tengah tidak berhenti pada pengiriman tahap pertama, serta telah meminta Sekretaris Daerah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan bantuan lanjutan.
“Pak Sekda dan Pak Wagub koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua. Ini baru tahap satu karena kondisi di sana fluktuatif sekali,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi turut menyampaikan dukacita kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.
“Saya mengucapkan belasungkawa dan dukacita atas meninggalnya saudara-saudara kita di wilayah NTT,” katanya.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan melaporkan, sebanyak 16 personel yang diberangkatkan berasal dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta PMI Jawa Tengah.
Para personel dibagi dalam tiga fungsi, yakni Urban Search and Rescue (SAR), logistik, dan kesehatan,yang akan bertugas membantu penanganan darurat serta pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak.
Bantuan pangan yang dikirimkan meliputi empat ton beras, makanan siap saji, biskuit, paket sembako, dan obat-obatan. Bantuan dalam kategori tersebut tercatat sebanyak 3.795 paket.
Selain itu, terdapat 1.115 paket kebutuhan sandang dan keluarga, di antaranya matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, popok bayi dan dewasa, serta perlengkapan keluarga lainnya.
Pemprov Jateng juga mengirimkan 6.587 paket kebutuhan papan dan perlengkapan pendukung. Bantuan itu antara lain berupa terpal, tenda gulung, tenda keluarga, dapur lapangan, lampu darurat, sabun cuci, sabun mandi, sampo, serta perlengkapan mandi.
- Peniliti Undip Ungkap Wisata Baru Unik ALaDin, Hanya Ada Satu di Dunia
- Petani Jateng Mulai Manfaatkan Pompa Air Tenaga Surya, Pangkas Biaya Produksi
- Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi
Bantuan tersebut dihimpun dari organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jateng, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Baznas Jawa Tengah, PMI Jawa Tengah, Pramuka Kwarda Jawa Tengah, Yayasan Telogorejo, Phapros, serta sejumlah badan usaha milik daerah Jawa Tengah.
Untuk mendukung misi kemanusiaan tersebut, sebanyak 10 kendaraan turut diberangkatkan, terdiri atas enam truk, dua mobil double cabin, dan dua sepeda motor.
Rombongan akan menempuh perjalanan melalui jalur darat dan laut dari Semarang menuju Tanjung Perak, Lembar, Kayangan, Poto Tano, Sape, Labuan Bajo, Nagekeo, hingga Ende. (-)
