Kenakan Kostum Merah, Ribuan Peserta Ikuti Ajang Prambanan Mendut Interhash 2026

SetyoNt - Sabtu, 09 Mei 2026 21:48 WIB
Kenakan Kostum Merah Menyala, Ribuan Peserta Ikuti Ajang Prambanan Mendut Interhash 2026. (dok. Humas Pemprov Jateng )

Magelang, Jatengaja.com - Gelaran Red Dress Run pada ajang Prambanan Mendut Interhash 2026 mampu menarik minat sebanyak 2.943 orang peserta dari dalam negeri dan 44 negara.

Para peserta memulai perjalanan dari eks Gedung Bakorwil Magelang menuju Gedung Tri Bhakti sejauh sekitar tiga kilometer, Kota Magelang Jumat, 8 Meri 2026

Berbeda dari ajang lari pada umumnya, banyak peserta tampil santai dengan mengenakan kaos dan pakaian merah mencolok, baik laki-laki maupun perempuan tanpa ada persaingan untuk jadi pemenang.

Interhash sendiri merupakan kegiatan olahraga nonkompetitif yang memadukan jalan santai, lari ringan, petualangan, dan interaksi sosial. Fokus utamanya bukan kecepatan, melainkan kebersamaan serta pengalaman menikmati suasana kota maupun alam.

Perjalannya tidak sepenuhnya lari, tak jarang mereka berjalan sembari menikmati suasana kota. Perjalanan mereka juga disambut antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute.

Di sejumlah titik point, berbagai pertunjukan seni khas Jawa Tengah ditampilkan, mulai dari Dayakan Topeng Ireng, barongan, tarian tradisional, barongsai, hingga alunan gamelan yang memperkuat nuansa lokal.

Kegiatan ini memang dirancang bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi medium memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Tengah kepada ribuan tamu mancanegara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, ajng Prambanan Mendut Interhash 2026 menjadi momentum penting untuk menguatkan posisi daerah sebagai destinasi utama sport tourism dunia.

Menurutnya, kehadiran hampir tiga ribu peserta dari puluhan negara memberi dampak nyata, baik bagi promosi pariwisata maupun pergerakan ekonomi lokal.

“Ini bagian dari pengembangan sport tourism di Jawa Tengah. Dampaknya dari sisi ekonomi tentu luar biasa bagi Magelang. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana mempromosikan pola hidup sehat,” kata Sumarno yang juga ambil bagian menjadi peserta dalam gelaran tersebut.

Ia menambahkan antusiasme warga yang menyambut peserta di sepanjang jalur menjadi bukti bahwa event berbasis komunitas seperti Interhash mampu membangun keterlibatan publik secara luas.

Salah satu peserta asal Belanda, Xania Blaire (32), menyatakan terkesan dengan pengalaman pertamanya mengikuti Red Dress Run di Magelang, keramahan masyarakat serta keterlibatan anak-anak sekolah di sepanjang jalur memberi kesan mendalam.

“My experience, ini bagus sekali. Ada banyak anak-anak di sini, dan mereka pintar berbahasa Inggris,” ujarnya.

Xania mengaku sengaja menghabiskan enam hari untuk mengikuti rangkaian acara Interhash, sebagai bagian dari perjalanan liburannya selama satu bulan di Indonesia.

Setelah kegiatan di Kota Magelang, rangkaian Prambanan Mendut Interhash 2026 akan berlanjut pada 9-10 Mei di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, serta kawasan Candi Plaosan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS