Semarang Business Matching 2026 Momentum Kembangkan Pariwisata Jateng
Semarang, Jatengaja.com - Semarang Business Matching 2026 mempertemukan seller dan buyer yang bergerak dalam sektor pariwisata di Indonesia dan berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026, di Hotel MG Setos Semarang.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan penjual dengan pembeli dalam sektor travel dan wisata ini.
- Saat Trafik Digital Melonjak, Cloud VPS Extreme Jaga Website Tetap Lancar
- Dongkrak Ekonomi Daerah, Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan Aglomerasi Wisata
- Mohammad Saleh Harap Akhir Tahun Sertifikasi Tanah Wakaf di Jateng 100 Persen
Terlebih, salah satu program prioritas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakilnya Tak Yasin Maimoen (Gus Yasin), adalah pengembangan pariwisata di Jawa Tengah.
Dijelaskan Sumarno, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah banyak ditopang dari sektor konsumsi. Upaya meningkatkan konsumsi, salah satunya adalah mendatangkan orang dari luar Jawa Tengah untuk masuk Jawa Tengah.
"Begitu masuk di Jawa Tengah akan nginep, makan, belanja. Tentu saja itu akan menjadi bagian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah," urainya.
Banyak negara yang bertumpu pada sektor pariwisata. Contohnya, Dubai. Pada zaman dahulu banyak yang tidak menyangka apabila Dubai yang gersang, kini menjadi salah satu pusat wisata internasional. Ada lagi sebuah negara di Afrika, namanya Seychelles.
"Negara Seychelles itu negara terkecil di Afrika. 70% sektor perekonomiannya ditopang dari pariwisata. PDRB-nya terbesar di Afrika. Hidup dari pariwisata,"ujarnya.
Oleh karenanya, PR ke depan yang harus diperhatikan adalah membangun jaringan. Lalu menciptakan paket wisata dengan beragam jenis. Apalagi, wisata di Jawa Tengah banyak sekali macamnya.
Kembangkan WIsata
"Kami berharap momentum ini, forum ini menjadi bagian kita untuk menjadi pengembangan pariwisata di Jawa Tengah," katanya.
- Sekda Jateng Tegaskan Masih Gratiskan PKB dan BBNKB Kendaraan Listrik
- Indosat, Adobe, dan Kemenekraf Berkolaborasi Mengubah Kreativitas Jadi Uang
- Inovasi Terumbu Karang Buatan Berbahan Limbah Undip, Masuk Lab2Market 2026
Project Director Semarang Business Matching 2026 Sri Astuti mengatakan, Kota Semarang adalah tempat keempat diselenggarakan event. Sebelumnya, event serupa diselenggarakan di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya. Setelah itu, dilanjutkan di Bali, Makassar, Bangkok dan Jakarta.
"Semarang ini adalah kota keempat di tahun ini dan jadwal kita di tahun ini itu ada delapan kota," ujarnya.
Dia menambahkan, kegiatan itu sudah diselenggarakan sejak tahun 2024 dengan nama Info Wisata Table Talk. Pada tahun ini, seller yang hadir, berasal dari 18 kota di Indonesia. Baik hotel, event organizer, maupun SDM dari konsultan dan destinasi wisata.
Adapun buyer, berasal dari area Jawa Tengah. Mulai Pantura Timur, Pantura Barat, Semarang dan sekitarnya dan Yogyakarta.
"Sesuai dengan kami Happy Selling, Happy Dealing, Happy Travelling. Kami ingin semuanya yang hadir di sini menjalani event ini, mengikuti event ini ini dengan happy," ujarnya. (-)
