Rojolele Srinuk, Beras Premium Andalan dari Klaten

Sulistya - Jumat, 30 Desember 2022 15:57 WIB
Kenaikan Harga Beras dan BBM Picu Inflasi Jateng Bulan September 2023 Sebesar 0,41% (dok/Jatengprov.go.id)

Semarang, Jatengaja.com - Varietas beras "Rojolele Srinuk" merupakan beras premium asal Kecamatan Delanggu, Klaten, yang kini menjadi primadona petani karena kualitas unggul dan harga jual yang tinggi.

Ketua Sanggar Rojolele Delanggu, Eksan Hartanto mengatakan, budidaya Rojolele Srinuk sedang moncer. Dikatakan, satu kilogram beras varietas ini mampu mencapai harga Rp 13.500 sampai Rp 14.500.

Dijelaskan, Rojolele awalnya adalah varietas umum yang ditanam petani di wilayah Delanggu. Namun karena masa tunggu panen yang mencapai 155 hari, petani memilih beralih ke varietas lain yang lebih singkat masa panennya. Meskipun diakui, varietas Rojolele memiliki keunggulan rasa dan tekstur yang pulen.

Pada 2013-2019, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memuliakan varietas ini. Dampaknya, varietas Rojolele lebih singkat masa panen dan tahan akan penyakit.

Kemudian, varietas yang telah dimuliakan Batan didaftarkan pada Kementerian Pertanian RI dengan nama Rojolele Srinuk. Lalu, petani berbondong-bondong menanam kembali padi jenis ini.

Di Desa Delanggu, terdapat 28 hektare area sawah dengan 40 petani penggarap. Sementara, hasil panen varietas ini mencapai 8 ton beras per bulan. Adapun di seluruh Kabupaten Klaten, Rojolele Srinuk telah ditanam di 24 Kecamatan dan menyebar ke 123 titik.

Pemasaran Eksklusif

Kini, ia mengaku beras Rojolele Srinuk telah beredar di beberapa daerah. Selain pulau Jawa, produk petani Delanggu telah dinikmati hingga Bangka Belitung dan Ibukota DKI Jakarta.

Dikatakan Eksan, pemasaran produk ini eksklusif. Sebab, dengan harga perkilogram yang mencapai Rp 14.500 segmen pembelinya dari kalangan terbatas. Selain itu, petani pun lebih diuntungkan dengan harga beli yang tinggi.

"Kalau harga, konsumen tidak masalah dengan beras dari kami. Namun, beras varietas ini kan sempat tidak ditanam karena alasan lama panen. Tetapi kan ada beras yang kemasannya saja ditulis Rojolele. Nah, kami mencoba meyakinkan konsumen, bahwa ini (Rojolele Srinuk) merupakan Rojolele yang memang asli," tuturnya.

Eksan mengatakan, pengembangan beras Rojolele Srinuk juga didukung Pemkab Klaten. Mulai dari fasilitasi peningkatan SDM, pemberantasan hama hingga upaya penyerapan hasil tani dengan memberdayakan perumda untuk kemudian dibeli oleh para ASN di lingkup Pemkab Klaten. (-)

Editor: Sulistya

RELATED NEWS