Ribuan Penari Jaranan se-Jateng Menari Bareng di Kawasan Simpang Lima Kota Semarang

SetyoNt - Senin, 15 Agustus 2022 18:41 WIB
Ribuan Penari Jaranan se-Jateng Menari Bareng di Kawasan Simpang Lima Kota Semarang (Jatengaja.com/dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Ribuan penari jaranan dari berbagai desa kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) menari bareng di kawasan Simpang Lima Kota Semarang.

Dengan iringan geding gamelan meraka menari secara serempak dalam pentas bertajuk Gamelan Kolosal yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Tengah, Minggu 14 Agustus 2022.

Penampilan sebanyak 1.050 penari jaranan dan pengrawit menarik perhatian warga yang sedang mengikuti Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima dan mengabadikan moment itu dengan kamera masing-masing.

Warga tak hanya menyaksikan, tapi juga ikut menari bersama penari jaranan. Awalnya hanya satu atau dua orang. Namun lama-lama, yang ikut menari semakin banyak saja.

Jadilah sebuah pertunjukan flashmob tari Jaranan di sepanjang Simpang Lima. Ada dari seniman jaranan, masyarakat dan para siswa SMA/SMK negeri di Jateng.

“Asyik banget bisa flashmob bareng tari jaranan. Seru dan menarik, karena jarang-jarang di Simpang Lima ada parade seni tradisional seperti ini. Biasanya kan band-band atau tarian populer lain," kata Alfie, salah satu warga yang ikut menari Jaranan.

Para seniman jaranan desa juga merasa bangga bisa tampil di Simpang Lima Kota Semarang. Mereka tak menyangka, antusias masyarakat pada seni tradisional masih begitu tinggi.

“Sempat Ggrogi juga, karena tampil ditonton banyak orang seperti ini. Melihat masyarakat ikut nari bersama, rasanya terharu karena mereka masih cinta pada kesenian tradisional. Semoga kesenian tradisional Jateng dan Indonesia semakin maju," kata Anin, penari jaranan asal group Setuo Lawang Budoyo Wonosobo.

Istri Gubernur Jateng, Siti Atikoh Ganjar Pranowo. Atikoh ikut bergabung menari jaranan dengan semangatnya.

“Saya kebetulan lama banget nggak nari tradisional, mungkin SD ya. Karena ini pertama kali, jadi banyak nyontek depan belakang," katanya.

Atikoh mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut menari jaranan. Meski saat ini sudah era digital, tapi masyarakat masih mencintai budaya lokal yang luar biasa.

"Melihat antusiasme masyarakat luar biasa, anak muda, anak kecil, tua semua ikut menari. Semoga seni tradisional ini semakin eksis, kebudayaan lokal semakin dicintai, semakin membumi dan masyarakat Jawa Tengah semakin makmur gemah ripah loh jinawi,” harapnya.

Semenatar, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyampaikan permohonan maaf sebab tak bisa hadir langsung karena sedang mengikuti acara bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta.

"Saya mohon maaf, seharusnya saya hadir dan saya memang sudah menantikan lama acara ini. Tapi terpaksa saya mengikuti secara daring karena harus mengikuti acara bersama pak Presiden di Jakarta," katanya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS