Nestle Tarik Produk Susu Formula Karena Mengandung Cereulide
Jatengaja.com - Perusahaan Nestle menarik kembali (recall) terhadap sejumlah produk susu formula bayi produksinya di 49 negara karena berpotensi terkontaminasi racun cereulide.
Produk susu formulai yang ditarik mencakup beberapa merek seperti SMA, BEBA, dan NAN, yang beredar di berbagai negara, khususnya kawasan Eropa, Turki, hingga Amerika Selatan.
“Keamanan pangan dan kesejahteraan semua bayi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami memahami berita ini mungkin menimbulkan kekhawatiran, dan kami berkomitmen untuk menyediakan informasi yang jelas dan transparan serta dukungan bagi orang tua dan pengasuh sepanjang proses ini," tulis Nestle dalam pernyataan, Rabu, 14 Januari 2026, yang dilansir dari USA Today dikutip dari Trenasia.id.
- Perusahaan China Akan Investasi Air Minum di Jateng Rp160 M
- BNI Luncurkan Achievers Chapter, Dukung Ekonomi Nasional
- Kebanjiran, Pertamina Stop Opeasional SPBU Tangulangi Kudus
- Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jateng
- Grab Alokasikan Dana Rp100 Miliar untuk Mitra Ojol
Menurut laporan Reuters, penarikan produk telah dimulai sejak Desember lalu setelah adanya indikasi kontaminasi toksin cereulide, senyawa beracun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus dan dapat menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti mual dan muntah parah.
Lantas, apa itu cereulide yang membuat Nestle menarik produk sus formula bayi di puluhan negara?
Mengacu pada laman resmi Nestle, cereulide adalah racun yang dihasilkan oleh strain tertentu dari bakteri Bacillus cereus. Zat ini dapat ditemukan dalam minyak yang menjadi bahan baku produk susu formula bayi. Meskipun begitu, Nestle menekankan bahwa keberadaan cereulide dalam produk mereka sangat jarang terjadi.
Nestle telah menguji terhadap semua minyak asam arakidonat (ARA) dan campuran terkait yang dipakai dalam formula bayi. Saat ini, perusahaan juga bekerjasama dengan pemasok minyak untuk melakukan analisis akar penyebab utama secara menyeluruh.
Sementara dilansir dari cda.gov.sg, cereulide adalah racun yang diproduksi oleh strain bakteri Bacillus cereus. Bacillus cereus adalah bakteri yang umum ditemukan di lingkungan, termasuk di tanah dan debu, yang bisa mencemari makanan seperti nasi, pasta, dan produk susu.
Dalam kondisi tertentu, bakteri ini dapat berkembang biak dan menghasilkan racun seperti cereulide, yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan jika makanan atau produk yang terkontaminasi dikonsumsi.
Cereulide sangat stabil terhadap panas, artinya kecil kemungkinannya untuk dinonaktifkan atau dihancurkan oleh proses memasak, penggunaan air mendidih, atau saat menyiapkan susu formula bayi. Bahkan susu formula yang disiapkan dengan benar pun masih dapat mengandung racun tersebut dan menyebabkan penyakit.
Pada bayi, gejalanya dapat meliputi muntah, diare, sakit perut dan kram (yang muncul sebagai tangisan terus-menerus dan penolakan untuk menyusu) serta rewel dalam beberapa jam setelah minum susu formula yang terkontaminasi. Bayi mungkin menjadi lesu, menolak menyusu, atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.
Meskipun sebagian besar kasus sembuh tanpa pengobatan dalam waktu 6 hingga 24 jam, kasus yang parah (biasanya gejala yang menetap, sering, atau intens) dapat mengancam jiwa jika tidak diobati, sama seperti penyebab keracunan makanan lainnya pada bayi.
Jika ada kekhawatiran mengenai kesehatan atau kondisi nutrisi akibat konsumsi formula yang ditarik, Nestle menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Orang tua dan pengasuh dianjurkan untuk menghentikan penggunaan produk yang ditarik tidak menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari.
Konsumen juga disarankan untuk memeriksa produk serta informasi terkait melalui situs resmi Nestle untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, “Keselamatan dan kesejahteraan bayi tetap menjadi prioritas utama kami,” terang Nestle.
- Kapolda Jateng Terima Penghargaan Satyalancana Wira Karya
- Dokter Spisialis Sebut Superflu Dapat Dicegah dan Diobati
- Bakkris Pemprov Jateng Lewat Si Dia Baik Himpun Rp590 Juta
Sementara, BPOM menghimbau masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1 untuk segera menghentikan penggunaan produk. Produk tersebut bisa dikembalikan ke tempat pembelian atau menghubungi layanan konsumen PT Nestle Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran.
BPOM menekankan, masyarakat tidak perlu merasa khawatir untuk menggunakan atau mengonsumsi produk Nestle lainnya, termasuk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain yang telah disebutkan.
Mengenai kasus ini, BPOM menyampaikan hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kasus sakit yang dikonfirmasi di Indonesia akibat konsumsi formula bayi tersebut. (-)
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 15 Jan 2026
