Dokter Spisialis Sebut Superflu Dapat Dicegah dan Diobati

SetyoNt - Jumat, 09 Januari 2026 00:10 WIB
dokter spesialis paru RS Amino Gondohutomo Semarang, dr. Prihatin Iman Nugroho. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir, menyikapi kabar merebaknya penyakit yang disebut superflu.

Menurut dokter spesialis paru RS Amino Gondohutomo Semarang, dr. Prihatin Iman Nugroho penyakit superflu tersebut dapat dicegah dan diobati, serta dipastikan belum ditemukan kasus tersebut di Jawa Tengah.

“Superflu sejatinya disebabkan virus influenza yang sudah lama ada, kemudian mengalami mutasi sehingga memunculkan subklausa baru, yakni Influenza A H3N2 Subclaude K,” ujarnya dalam bincang radio Jateng Bicara di Semarang, Rabu 7 Januari 2026.

Ia menjelaskan penyakit ini pada dasarnya adalah influenza yang mengalami mutasi. Gejalanya mirip flu biasa, seperti demam, nyeri otot, pilek, hingga ngilu pada anggota badan.

Meski demikian, dr Nugroho menuturkan, pada penderita dengan penyakit penyerta atau komorbid, gejala yang muncul dapat menjadi lebih berat. Selain itu, tingkat penularannya juga relatif lebih cepat, terutama saat daya tahan tubuh menurun.

Seperti influenza pada umumnya, penularan superflu dapat terjadi melalui udara (airborne), yakni lewat percikan lendir saat seseorang bersin atau batuk.

“Infeksi virus ini memang mudah menular. Namun, apakah nanti akan muncul di Jawa Tengah, sampai hari ini belum ditemukan data atau laporan adanya kasus superflu di wilayah ini,” jelasnya.

Karena sifatnya yang menyerupai flu biasa, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Di antaranya dengan rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta menggunakan masker saat sedang sakit.

Dengan sistem imun yang kuat, terang Nugroho, superflu tidak berdampak fatal dan dapat dicegah maupun diobati dengan relatif mudah.

“Tidak harus selalu dengan farmakologi atau obat-obatan. Jika daya tahan tubuh optimal, tubuh mampu mengeliminasi virus yang masuk,” tambahnya.

Terkait kesiapan rumah sakit dan tenaga medis, Nugroho menegaskan, fasilitas kesehatan di Jawa Tengah, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, sudah siap.

Menurutnya, pengalaman penanganan pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran, mulai dari prosedur isolasi hingga tata cara pengobatan.

“Insya Allah ini menjadi kekuatan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu virus tersebut merebak. Namun sekali lagi, masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS