Keterisian Pasien Covid-19 di Semarang di Bawah 30 Persen

Sulistya - Rabu, 16 Februari 2022 10:30 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyambangi warga Kampung Batik, Duren Indah, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang. (Jatengaja.com/dok/semarangkota.go.id)

Semarang, Jatengaja.com – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, saat ini di kotanya memang terjadi peningkatan kasus Covid-19. Namun demikian, di RS Umum Daerah KRMT Wongsonegoro (RSWN), keterisian pasien baru sekitar 30% yang terpakai.

“Di RSWN baru sekitar 30 persen yang terpakai, padahal kamar yang lain belum dibuka. Di RS Kariadi pun juga masih di bawah 30%, artinya rumah sakit masih kosong. Rumah dinas wali kota yang biasanya dijadikan tempat isolasi, juga masih kosong. Padahal masih ada 6 tempat isolasi terpadu yang belum dibuka,” kata Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang dalam siaran persnya.

Hendi menuturkan, salah satu upaya menekan penyebaran Covid-19 adalah dengan tertib protokol kesehatan. Selasa (15/2), Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi blusukan mendatangi warganya di Kampung Batik, Duren Indah, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang.

Dirinya mengingatkan warga untuk tidak kendor dalam menjalankan protokol kesehatan meski banyak pihak memprediksi kasus Omicron tergolong ringan.

Terkait kasus Covid-19 yang terus meningkat, wali kota meminta warga meningkatkan kewaspadaan. Namun dia menghimbau agar warga juga tidak terlalu panik. Pasalnya, meski jumlah kasus meningkat, tingkat keparahan varian Omicron berbeda dengan varian Delta yang mengalami puncak pada Juli tahun lalu. (-)

Editor: Sulistya

RELATED NEWS