Investor Singapura Dibidik untuk Kawasan Industri Baru di Jateng
Semarang, Jatengaja.com - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membidik perusahaan asal Singapura, Sembcorp Industries, agar memperluas investasinya dengan membangun kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan Ahmad Luthfi dengan Chief Operating Officer (COO) Sembcorp Industries Gareth Wong di Semarang, Selasa malam (21/7/2026). Pertemuan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2016 sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor kawasan industri.
- Bulan Juni 2026, Konsumen 113,55 Persen Optimistis Terhadap Perekonomian Jateng
- Dukungan Komunitas Antar YTIRT Sabet Dua Emas di Kejurnas MTB Downhill 2026
- Ratusan Calon Bintara Polri Asal Jateng dan DIY Jalani Diktukba Polri 2026
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari mengatakan, keberhasilan Sembcorp mengelola KEK Kendal menjadi dasar kuat bagi Pemprov Jateng untuk menawarkan proyek kawasan industri berikutnya.
“Selama ini Sembcorp Industries menjadi pengelola KEK Kendal bersama Jababeka. Karena pengembangannya berjalan baik, Pak Gubernur berharap perusahaan ini kembali berinvestasi membangun kawasan industri baru di Jawa Tengah. Potensi lokasinya sudah kami tawarkan,” kata Sakina.
Menurut dia, arahan Gubernur Ahmad Luthfi untuk memperluas kawasan industri telah ditindaklanjuti melalui pemetaan sejumlah kabupaten dan kota yang memenuhi syarat sebagai lokasi pengembangan.
Selain menyiapkan lahan minimal 50 hektare, pemerintah juga telah menyusun kajian kelayakan hingga investment project ready to offer sehingga proyek dapat langsung ditawarkan kepada investor.
“Saat ini sudah ada enam lokasi yang disiapkan menjadi kawasan industri. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai mendapatkan sounding atau penjajakan minat dari calon investor,” ujarnya.
Pusat Ekonomi
Bagi Pemprov Jawa Tengah, pengembangan kawasan industri bukan sekadar membangun kawasan baru, melainkan strategi memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja di berbagai daerah. Selama ini, kawasan industri terbukti menjadi magnet utama bagi masuknya investasi berskala besar.
- IndoDairy Undip dan ACIAR Hadirkan Inovasi Air Minum Otomatis untuk Sapi Perah
- Pelaksanaan MPLS Ramah 2026 Dipastikan Bebas Perundungan dam Perpeloncoan
- Ini gurita Bisnis Bakrie Group, dari Tambang, Media hingga Kendaraan Listrik
Sembcorp Industries pun melihat peluang tersebut. COO Sembcorp Industries, Gareth Wong, mengatakan, Jawa Tengah memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk menjadi bagian dari jaringan kawasan industri regional yang sedang dikembangkan perusahaan.
“Kami ingin membangun poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik untuk menjadi bagian dari jaringan itu,” kata Gareth.
Sembcorp sendiri telah mengembangkan 26 kawasan industri di Singapura dan Vietnam. Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dipandang memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan ekspansi berikutnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi tindak lanjut dari pembahasan pada Agustus 2025 mengenai rencana perluasan KEK Kendal.
Saat ini, pengembangan kawasan tersebut telah memasuki tahap realisasi dengan perluasan area dan masuknya perusahaan-perusahaan baru.
Data menunjukkan, hingga akhir 2025 akumulasi investasi di KEK Kendal telah mencapai Rp 187,05 triliun. Sementara sepanjang Januari hingga Juli 2026, realisasi investasi telah menyentuh sekitar Rp 6 triliun atau dua pertiga dari target tahunan sebesar Rp 9 triliun.
Dampaknya tidak hanya terlihat dari nilai investasi. Hingga triwulan I 2026, KEK Kendal telah menyerap hampir 118 ribu tenaga kerja dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal hingga sekitar 9 persen, tertinggi di Jawa Tengah.
Menurut Gareth, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa Jawa Tengah memiliki ekosistem investasi yang semakin kompetitif.
“Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan. Indonesia, khususnya Jawa Tengah, akan semakin menarik pada masa depan. Kami melihat Indonesia sebagai kawasan dengan prospek yang sangat kuat,” ujarnya. (-)
