Gubernur Jateng Adakan Jamuan Makan Malam 105 Investor dan Pengusaha

SetyoNt - Rabu, 01 Juli 2026 13:16 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (depan) mengadakan Jamuan Makan Malam 105 Investor dan Pengusaha. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Semarang, Jatengaja.com – Dalam rangka menggaet investasi, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi mengadakan jamuan makan malam ratusan investor dan para pelaku usaha.

Acara yang dikemas dalam Business Dinner tersebut dihadiri 105 investor dan para pelaku usaha se-Jawa Tengah digelar di Hotel Padma Semarang, Selasa 30 Juni 2026 malam.

Mereka mulai dari investor penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN), pengelola kawasan industri, hingga jajaran direksi Bank Jateng.

Ahmad Luthfi menyatakan, Jawa Tengah masih menjadi kawasan yang menarik untuk mengembangkan investasi, terutama industri padat karya, tetapi tidak menutup kemungkinan industri padat modal.

“Pemerintah Provinsi Jateng terus memperkuat daya saing investasi melalui penyederhanaan perizinan, jaminan keamanan, hingga penyediaan tenaga kerja yang siap pakai melalui balai latihan kerja, pendidikan vokasi, dan perguruan tinggi,” katanya.

Sementara berdasarkan data pada periode Januari-Maret 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp23,02 triliun atau 23,23 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp99,09 triliun.

Investasi tersebut terdiri atas PMA sebesar Rp12,98 triliun dan PMDN Rp10,04 triliun, dengan penyerapan sekitar 92 ribu tenaga kerja dari 24.957 proyek.

Sementara sepanjang 2025, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp110,64 triliun dengan penyerapan 418.138 tenaga kerja.

Pemprov Jateng juga tengah memperkuat infrastruktur logistik melalui pengembangan pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan dry port (tempat bongkar muat) di Kawasan Industri Batang dan Kendal, guna mendukung aktivitas industri.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga mendorong investor memanfaatkan layanan Bank Jateng sebagai bagian dari ekosistem investasi daerah.

Menurutnya, penggunaan bank tersebut akan memperkuat perputaran ekonomi di Jawa Tengah, karena mayoritas saham Bank Jateng dimiliki pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi.

“Kalau investasi menggunakan bank daerah, akan tumbuh ekonomi baru dan sirkulasi keuangan baru di wilayah kita,” ujarnya.

Sementara, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis investor melalui layanan pembiayaan investasi, modal kerja, hingga transaksi perbankan.

“Kami juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pelaku usaha untuk mendukung pertumbuhan investasi di Jawa Tengah,” katanya.(-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS