Pemprov Jateng Salurkan BLT Cukai Tembakau untuk 85 Ribu Pekerja Pertembakauan
Kudus, Jatengaja.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 mulai disalurkan kepada para pekerja di sektor pertembakauan di Jawa Tengah.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menyebutkan total pekerja penerima bantuan langsung tunia (BLT) DBHCHT sebanyak 85.000 orang dengan total dana mencapai senilai Rp51 miliar.
“Bantuan itu diprioritaskan bagi tiga kelompok penerima, yaitu buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, dan buruh tani cengkeh,” kata Luthfi saat menyerahkan BLT DBHCHT secara simbolis kepada lima pekerja di PT Djarum Brak Karangbener, Kabupaten Kudus, Senin Senin 29 Juni 2026.
- Peneliti Undip Berhasil Produksi Biskuit D’Bisco untuk Cegah Stunting Ibu Hamil
- Ini 4 Kamera Compact Premium Terbaik 2026, Ada Leica dan Sony
- Gubernur Jateng Dorong Kursi Roda Anaknya Ikuti Lari Soekarno Run 2026 di Solo
- Ribuan Pelari Ikuti Kebumen Geopark Trail Run 2026
- Program Tali Asih Pemprov Jateng Terbuka bagi Semua Penghafal Kitab Suci
Menurutnya, mereka merupakan kelompok yang terlibat langsung dalam rantai produksi industri hasil tembakau. Mulai dari proses budidaya hingga produksi rokok legal.
Bantuan DBHCHT, lanjut Luthfi, untuk meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat. Bisa untuk buat membeli kebutuhan pangan atau kebutuhan sekolah anak.
“Ini hak pekerja industri hasil tembakau yang harus diberikan oleh pemerintah,” tandasnya.
Bantuan tersebut sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bekerja di sektor pertembakauan. Ribuan orang penerima itu tersebar di 33 kabupten/kota, 136 kecamatan, dan 663 desa/kelurahan.
Hanya ada dua daerah yang tidak mendapatkan alokasi melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena kebutuhan penerima sudah dipenuhi dari alokasi masing-masing daerah, yaitu Kota Tegal dan Kabupaten Pekalongan.
Periode penyaluran mulai 23 Juni 2026 sampai 8 Juli 2026. Tercatat hingga Senin pagi, 29 Juni 2026, sudah tersalurkan sebanyak Rp28,9 miliar atau 56,84% dengan jumlah penerima manfaat 48.313 orang. Penyaluran bantuan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.
Sementara dari total 85.000 penerima manfaat tersebut, jumlah penerima di Kabupaten Kudus ada 26.565 orang dengan nilai bantuan sebesar Rp15,9 miliar. Sekitar 5.069 penerima di Kudus merupakan pekerja di PT Djarum.
Salah seorang pekerja PT Djarum, Wiwin Winarni, menyatakan senang dengan adanya BLT DBHCHT yang diberikan kepada para buruh.
Ia menyatakan uang bantuan tersebut dapat digunakan untuk tambahan membeli kebutuhan sehari-hari seperti beras, lauk-pauk, dan sebagainya.
"Semoga tahun depan bisa seperti tahun kemarin, tahun kemarin itu dapat dua kali jumlahnya Rp1,2 juta," harap warga asal Trengguli, Kabupaten Demak, yang sudah enam tahun bekerja di pabrik tersebut. (-)
