Desember 2025, Jawa Tengah Alami Inflasi Sebesar 0,50 Persen

SetyoNt - Rabu, 07 Januari 2026 21:21 WIB
Plt Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Andi Reina Sari Hufaid menyatakan Desember 2025 nflasi 0,50 Persen. (Jatengaja.com/SetyoNT)

Semarang, Jatengaja.com - Jawa Tengah pada Desember 2025 mengalami inflasi sebesar 0,50 persen (month to month/ mtm) dan secara tahunan sebesar 2,72 persen (year of year/yoy).

Baik inflasi bulanan maupun tahunan di Jawa Tengah (Jateng) lebih rendah dari inflasi nasional, yang tercatat sebesar 0,64 persen (mtm) dan 2,92 persen (yoy).

Pelaksana harian (Plh) Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Jateng, Andi Reina Sari Hufaid menyatakan, inflasi Desember 2025 terutama dipengaruhi Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 0,38 persen (mtm).

“Inflasi Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau terutama didorong oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah,” katanya dalam siaran tertulis, Rabu 7 Januari 2025.

Peningkatan harga cabai rawit dan daging ayam ras sejalan dengan kenaikan permintaan menjelang momentum Nataru 2026, serta cuaca ekstrim yang terjadi pada bulan Desember menyebabkan penurunan produksi komoditas hortikultura terutama komoditas cabai rawit dan bawang merah.

Inflasi juga disumbang Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil sebesar 0,08% (mtm), yang didorong kenaikan harga komoditas emas perhiasan seiring dengan harga emas dunia yang berada pada tren meningkat hingga mencapai all time high pada Desember 2025.

Peningkatan harga emas terjadi seiring dengan peningkatan permintaan investor terhadap aset safe haven akibat ketegangan geopolitik global, ekspektasi pemangkasan kembali suku bunga The Fed pada awal 2026.

“Selama tahun 2025, komoditas emas selalu menjadi penyumbang kenaikan inflasi, kecuali pada bulan Mei 2025,” ujar Reina.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi emas perhiasan mencapai 62,35% (yoy) atau lebih dari dua kali lipat inflasi emas perhiasan pada tahun 2024 yaitu 30,26% (yoy).

Tekanan inflasi lebih lanjut didorong oleh Kelompok Transportasi sejalan dengan kenaikan harga bensin terutama pertamax dan pertamax turbo pada bulan Desember 2025.

Peningkatan lebih lanjut tertahan penurunan tarif angkutan udara seiring dengan pemberian diskon tiket domestik kelas ekonomi sebesar 13-14% untuk periode penerbangan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Secara spasial, capaian inflasi tahun 2025 seluruh kota IHK di Jawa Tengah mencatatkan inflasi tertinggi di Kota Semarang sebesar 2,84% (yoy), diikuti oleh Kota Tegal (2,83%; yoy), Cilacap (2,79%; yoy).

Kemudian, Kota Surakarta (2,79%; yoy), Kudus (2,68%; yoy), Kab. Wonosobo (2,64%; yoy), Purwokerto (2,61%; yoy), Kab. Wonogiri (2,52%; yoy), dan Kab. Rembang (2,47%; yoy).

“Ke depan, untuk menjaga inflasi berada pada rentang sasaran, Bank Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan di daerah yang tergabung dalam Forum TPID Provinsi Jawa Tengah akan terus berkoordinasi dan bekerja sama melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi,” ujar Riena.

Program pengendalian inflasi tersebut ditujukan untuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi barang/komoditas di Jawa Tengah sehingga inflasi dapat terjaga di rentang sasaran 2,5±1%. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS