Bulan Juni, Nilai Ekspor Jateng Naik 41,02% dan Impor Turun 18,12%
Semarang, Jatengaja.com - Nilai ekspor dari Jawa Tengah (Jateng) pada Juni 2022 tercatat mencapai US$1.100,99 juta atau naik 41,02% dibanding atas bulan Mei 2022.
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng kenaikan ekspor pada bulan Juni karena ekspor barang migas mengalami peningkatan 13,38% dan non migas naik 43,76%.
“Kalau dilihat dari m-to-m nilai ekspor di Jateng naik 43,76 persen pada Juni 2022, untuk y-to-y nilai ekspor di Jateng naik 31,23 persen. Kenaikan itu dari ekspor migas dan non migas,” kata Kepala BPS Jateng, Adhi Wiriana dalam rilis di Semarang, Senin (1/8/2022).
- Jam Tangan Pribadi Diktator Nazi Jerman, Adolf Hitler Terjual Rp16 Miliar
- Pimpred Kabar Tegal, Sandy Dilaporkan Hilang Sejak Jumat 29 Juli 2022
- IndiHome Hadirkan Kampung Digital di Surakarta
- Mulai Hari Ini, Airport Tax Bandara Soekarno Hatta Naik
- Pengelola Koperasi Didorong Segera Lakukan Transformasi Digital
- Bupati Semarang Resmikan Gedung TK Islam Izzatul Islam Getasan
Menurut Adhi peningkatan terbesar ekspor non migas terjadi pada beberapa golongan barang, antara lain pakaian (bukan rajutan) US$67,72, kayu dan barang dari kayu US$40,43 juta
Demikian dengan pakaan (rajutan) US$35,03 juta, alas kaki US$34,11 juta, seta perabotan, lampu dan alat penerang mencapai US$33,69 juta.
Peningkatan terbesar ekspor non migas jika dilihat dari berbagai negara tubuna, yakni Amerika Serikat mencapai US$119,60 juta, Jepang US$32,03 juta, US$Tiongkok 22,94 juta, Jerman US$11,34 juta, dan India mencapai US$10,98 juta.
Dipaparkannya, ekspor non migas menyumbang 92,74 persen dari total ekspor Juni 2022. Adhi merinci, kurun waktu Januari-Juni 2022 ekspor industri pengolahan mencapai 93,80 persen, migas 5,07 persen, pertanian 1,12 persen, serta tambang dan lainnya 0,01 persen.
“Total ekspor non migas Jateng dari Januari-Juni 2022 mencapai 5.857,16 juta dolar AS,” ujar Adhi.
- Prof. Ilyas Supena Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Filsafat Islam UIN Walisongo Semarang
- Polri Ungkap Gaji Tersangka Eks Presiden ACT, Ahyudin Capai Rp450 Juta Per Bulan
- Pemprov Jateng Telah Pulihkan 251.037 Hektare Lahan Kritis
Sedangkan untuk impor Jateng pada Juni 2022, berdasarkan data BPS Jateng mencapai US$1.096,29 juta dolar atau turun 18,12 persen dibanding Mei 2022. Nilai impor non migas turun 4,87 persen dan migas turun 30,44 persen. Penurunan nilai impor juga terjadi dalam catatan y-to-y, yakni 11,33 persen.
“Penurunan impor non migas tersebut disumbang dari beberapa golongan barang, seperti filamen buatan turun 4,67 persen, kopi teh dan rempah-rempah turun 5,23 persen, bahan kimia organik turun 8,02 persen, kain rajutan turun 9,15 persen serta gula dan kembang gula turun 29,53 persen,” imbuhnya.
Adhi menyampaikan bahwa penurunan impor non migas terjadi dari beberapa negara asal. di antaranya Jerman turun 6,33 persen, Madagaskar turun 6,41 persen, Vietnam turun 11,44 persen, Thailand turun 16,12 persen, serta India turun 20,62 persen.
“India menyumbang cukup tinggi dalam penurunan nilai impor. Penurunan nilai impor ini juga karena penggunaan produk-produk lokal,” tandasnya. (-)