BI Gelar Forum PUSAKA Jateng 2025 untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Berkelanjutan

SetyoNt - Jumat, 21 Maret 2025 22:52 WIB
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jateng, Rahmat Dwisaputra (kiri) pada peluncuran forum PUSAKA Jateng 2025. (Jatengaja.com/dok. Humas BI Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Road to Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah (PUSAKA Jateng) 2025.

Mengangkat tema “Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah yang Berkelanjutan melalui Pengembangan Sektor Unggulan, Perluasan Digitalisasi dan Inovasi Pembiayaan.” Pusaka Jateng digelar di Semarang, (18/3/ 2025).

Forum PUSAKA yang diselenggarakan untuk keempat kali merupakan ajang kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai stakeholders untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta merumuskan rekomendasi solusi yang aplikatif melalui diskusi panel dan kompetisi karya tulis ilmiah.

Gelaran kegiatan Road to Forum PUSAKA Jateng menjadi pembuka seluruh rangkaian Forum Pusaka Jateng 2025, yang terdiri dari penyampaian extended abstract Call for Paper, Workshop Karya Ilmiah, penjurian Call for Paper terbaik, serta acara Puncak Forum PUSAKA Jateng pada bulan Agustus 2025.

Acara Road to Forum PUSAKA Jateng diresmikan secara bersama-sama Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng, Rahmat Dwisaputra, dan Wakil Ketua I ISEI Cabang Semarang Koordinator Jawa Tengah, Prof Sucihatiningsih Dian WP.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jateng, Rahmat Dwisaputra menyatakan perekonomian Jawa Tengah dalam 10 tahun terakhir (kecuali di masa Covid-19) tumbuh di kisaran 5%.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2029 sebesar 8%, diperlukan strategi dan upaya lebih besar untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

“Salah satu strategi adalah melalui hilirisasi sektor pertanian, yakni integrasi sektor industri pengolahan dan pertanian,” katanya.

Dalam struktur PDRB Jateng 2024, sektor industri pengolahan memiliki pangsa 33,84%, dan sektor pertanian sebesar 13,03%. Di sektor industri pengolahan subsektor industri makanan minuman memiliki pangsa yang paling besar (46%, 2023).

Dengan demikian, integrasi sektor pertanian dengan sektor industri khususnya makanan minuman, bisa menjadi pendorong perekonomian Jateng tumbuh lebih tinggi.

“Forum PUSAKA Jateng 2025 akan lebih spesifik membahas permasalahan ekonomi Jawa Tengah melalui studi kasus dan mendorong kualitas rekomendasi dan solusi aplikatif atas isu strategis perekonomian agar dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Jateng,” ujar Rahmat.

Untuk itu, kompetisi Call for Paper diharapkan banyak diikuti berbagai pengamat dan praktisi ekonomi, akademisi, stakeholders, maupun masyarakat yang lebih luas.

Sementara, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menyatakan dalam mewujudkan visi pembangunan Jawa Tengah 2025-2045, yaitu Jawa Tengah sebagai Penumpu Pangan dan Industri Nasional yang Maju, Sejahtera, Berbudaya, dan Berkelanjutan diperlukan masukan dari banyak pihak agar kedua sektor industri pengolahan dan pertanian dapat tumbuh bersama dan beriringan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Oleh karenanya, kegiatan Forum PUSAKA Jateng ini diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi bagi Pemerintah Daerah.

“Dengan penguatan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, Pemerintah Daerah optimis dapat menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan Jawa Tengah yang lebih maju kedepannya,” kata Sujarwanto.

Sebagai rangkaian dari Road to Forum PUSAKA Jateng, dilaksanakan seminar dengan pembahasan berkaitan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tinggi, berkualitas dan berkelanjutan.

Sebagaai narasumber adalah Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng Andi Reina Sari; Ketua Fokus Group Inklusi Keuangan dan Keuangan Digital ISEI Cabang Semarang Koordinator Jawa Tengah, Prof Taofik Hidajat, Perencana Ahli Madya Bappeda Jateng Dr. Erna Widijastuti, dan General Manager Sales Jateng dan DIY PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Winarno. (-)

.

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS