Jaga Stabiltas Harga Jelang Lebaran, TPID Jateng Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 35 Kabupten dan Kota

SetyoNt - Jumat, 21 Maret 2025 11:00 WIB
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Andi Reina Sari (kiri) dan Menko Bidang Panan Zulkifli Hasan (tengah) menekan tombol peluncuran gerakan pangan murah serentak di Semarang, Kamis (20'3/2025). (Jatengaja.com/dok. Humas BI Jateng)

Semarang, Jatengaja.com - Guna menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebarn 2025, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah bersama TPID Kabupaten dan Kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.

Untuk kegiitan gerakan pangan murah itu, Bank Indonesia bersama dengan Pemprov Jawa Tengah (Jateng) dan Pemkab/Pemkot se-Jateng, serta Bulog menyalurkansebanyak 120 ton beras subsidi terdiri atas 10,10 ton beras premium; 63.75 ton beras medium; dan 56.20 ton beras SPHP.

Peluncuran kegiatan Gerakan Pangan Murah se-Jawa Tengah dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, di halaman Kantor Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Kamis (20/3/2025).

Kegiatan dihadiri Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Andi Reina Sari, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, dan Wakil Wali kota Semarang Iswar Aminuddin.

“Gerakan pangan murah serentak di 35 kabupten dan kota di Jateng dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Idufitri atau Lebaran 1446 Hijriah/2025,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jateng, Andi Reina Sari

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menghimbau masyarakat untuk berbelanja dengan bijak dan cermat.

“Dengan belanja yang bijak dan terencana, diharapkan dapat turut membantu masyarakat lainnya untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menyampaikan selain melalui kegiatan gerakan pangan murah, upaya pengendalian inflasi juga dilakukan melalui beberapa aksi strategis lainnya seperti fasilitasi distribusi pangan dan pengembangan kios pangan.

Dalam arahan , Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan menyampaikan pemerintah berkomitmen penuh dalam penyediaan sumber pangan nasional menuju swasembada dan ketahanan pangan di tahun 2027.

“Hal in sebagaimana tercantum dalam Asta Cita kedua yang merupakan prioritas utama Pemerintah Presiden Prabowo,” ujarnya.

Menteri yang akrab dipanggil Zulhaz ini menambahkan dalam rangka menghadirkan pangan terjangkau kepada masyarakat menjelang Lebaran, BI Jateng bersama Pemprov Jateng, Pemkab/Pemkot se-Jawa Tengah, serta Bulog menyalurkan subsidi harga pangan ditingkat konsumen.

Dengan menyalurkan sebanyak 120 ton beras, 20.486 liter minyak goreng (4.814 premium dan 15.672,60 minyakita), 16,85 ton telur ayam ras, 11,03 ton gula pasir, 3,83 ton daging ayam ras, 4,22 ton aneka cabai, dan 4,80 ton bawang merah, serta komoditas pangan lainnya.

Kegiatan gerakan pangan murah disambut antusias ribuan warga untuk berbelanja bahan pangan dengan harga murah. BI juga melakukan edukasi bertransaksi menggunakan QRIS melalui program tebus murah cabai kering dan pasta bawang.

Selain itu juga digelar Bazaar Ramadhan Kota Semarang dengan mengundang 44 UMKM dan penyerahan sembako kepada warga kurang mampu di Kecamatan Mijen.

Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan antara BUMP PT Lumpang Semar Sejahtera Semarang dengan Kelompok Tani Sekranji, Kabupaten Kendal dan Kelompok Tani Krido Sekti, Kabupaten Demak.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan Talkshow Belanja Bijak yang diikuti oleh masyarakat Kecamatan Mijen.

Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra berharap melalui gerakan pangan murah serentak di 35 kabupaten dan kota dapat membantu masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan pangan selama Ramadhan dan Idulfitri dengan harga yang terjangkau.

“Sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder TPIP dan TPID juga diperlukan agar inflasi di Jawa Tengah dapat semakin terkendali,” ujarnya. (-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS