Bertemu Pengusaha Tiongkok, Ahmad Luthfi Tawarkan Investasi Pengelolaan Sampah

SetyoNt - Minggu, 24 Mei 2026 13:03 WIB
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi (kiri) bertemu dengan pengusaha Tiongkok di Jakarta. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Jakarta, Jatengaja.com - Melakukan pertemuan dengan puluhan pengusaha dari Tiongkok, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menawarkan investasi energi baru terbarukan dan pengelolaan sampah.

Ahmad Luthfi bertemu dengan pengusaha Negeri Tirai Bambu saat menghadiri jamuan makan malam Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia, di Grand Hyatt, Jakarta.

Kegiatan dalam rangka Program DBA Enterpreneur Scholar Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) angkatan 12 yang dihadiri oleh puluhan pengusaha asal Tiongkok yang sudah menanamkan investasi di Indonesia berlangsung, Jumat 22 Mei 2026.

Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi penyelenggaraan acara itu dan mengajak para pengusaha Tiongkok untuk berkunjung dan berinvestasi ke Jawa Tengah.

"Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp10,13 triliun,” katanya.

Luthfi menyampaikan, keseriusan Jawa Tengah dalam mengembangkan ekonomi baru terbarukan (EBT) dan pengelolaan sampah.

Ada sekitar 7 proyek yang siap ditawarkan kepada investor untuk sektor EBT. Di antaranya PLTS, mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, energi sampah atau waste to energy, dan panas bumi atau geothermal.

"Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah, sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan," katanya.

Sementara, CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua mengatakan, pertemuan para pengusaha dari berbagai industri ini perlu terus diperluas.

Perusahaan yang hadir menawarkan sumber daya industri berkualitas tinggi yang sangat kompatibel dan dapat diterapkan secara mendalam.

Mencakup perlindungan ekologis dan sumber daya limbah padat yang dipadatkan, memanfaatkan tambang untuk restorasi ekologis, industri energi baru, teknologi digital, manufaktur kelas atas, dan pertanian modern.

"Saat ini, Presiden Prabowo dengan penuh semangat mempromosikan pengelolaan sampah. Seperti menjadi pembangkit listrik. Kami adalah perusahaan terkemuka di industri ini di Tiongkok," katanya.

CEO PT AAC Technologies Holding, Benjamin Pan, mengatakan, sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menawarkan ruang pasar yang luas, lingkungan pembangunan yang sangat baik, dan potensi pertumbuhan yang sangat besar.

Sebagai informasi, program DBA Entrepreneur Scholar dari CKGSB sendiri merupakan program doktoral eksekutif bergengsi.

Program ini menggabungkan riset akademik tingkat lanjut dengan praktik kewirausahaan dan bisnis. Program ini ditujukan bagi para pendiri bisnis dan pemimpin perusahaan senior.

CKGSB dikenal sebagai salah satu sekolah bisnis independen dan nirlaba terkemuka di Tiongkok, dengan jaringan alumni kuat dari berbagai perusahaan unicorn, hingga korporasi multinasional dunia.(-)

Editor: SetyoNt

RELATED NEWS