Ratusan Calon Bintara Polri Asal Jateng dan DIY Jalani Diktukba Polri 2026
Banyumas, Jatengaja.com - Ratusan calon Bintara Polri mulai menjalani Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara Polda Jawa Tengah, Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Upacara pembukaan Diktukba dipimpin Wakapolda Jawa Tengah (Jateng), Brigjen Pol Latif Usman di Sekolah Polisi Negara (SPN), Purwokerto Kabupaten Banyumas, Senin 20 Juli 2026.
Diktukba diikuti sebanyak 231 calon Bintara Polri, terdiri atas 160 siswa asal Polda Jateng dan 71 siswa asal Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
- Pendanaan Pindar Picu Multiplier Effect bagi Ekonomi Nasional
- Perusahaan Asal Tiongkok Buka Pabrik di Kendal Senilai Rp480,64 miliar
- Tak Hanya Salurkan KUR, Mantri BRI Jadi Pendamping UMKM di Pelosok Sumut
- Gerbang Digital Indonesia Diperkuat melalui Sistem Kabel Laut NCC
- BRI Perkuat Sinergi Lawan Scam dan Judi Online di Ruang Digital
Mereka resmi memulai pendidikan yang akan ditempuh selama lima bulan untuk dipersiapkan menjadi personel Polri yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Kapolri dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolda Jateng menyampaikan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) merupakan program strategis Polri untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memperkuat pelayanan kepada masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia.
Secara nasional, pendidikan ini diikuti 4.799 peserta didik, terdiri atas 709 polisi wanita di Sepolwan Lemdiklat Polri dan 4.090 polisi laki-laki yang mengikuti pendidikan di 31 SPN Polda.
“Pendidikan pembentukan ini tidak boleh dipandang sekadar proses mengubah status seseorang menjadi anggota Polri, melainkan harus menjadi proses transformasi pengetahuan, keterampilan, sikap, karakter, mental, dan budaya,” katanya.
Untuk itu, lanjut Wakapolda Jateng setiap peserta didik diharapkan benar-benar siap menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas umum kepolisian, khususnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Wakapolda mengingatkan seluruh peserta didik agar menjalani setiap tahapan pendidikan dengan penuh disiplin, semangat, dan tanggung jawab.
Menutup amanatnya, Wakapolda mengajak seluruh peserta didik untuk memegang teguh cita-cita pengabdian kepada bangsa dan negara selama menjalani pendidikan.
“Jadikan setiap proses pendidikan sebagai bekal untuk mengabdi secara profesional dan penuh integritas,” katanya.
Wakapolda selaku Inspektur Upacara melakukan penyematan tanda pengasuh dan pangkat siswa kepada perwakilan peserta didik sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan pendidikan.
- Hasil Transformasi Terlihat, Laba Pupuk Indonesia Capai Rp8,51 Triliun
- IndoDairy Undip dan ACIAR Hadirkan Inovasi Air Minum Otomatis untuk Sapi Perah
- Pelaksanaan MPLS Ramah 2026 Dipastikan Bebas Perundungan dam Perpeloncoan
Sementara, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto mengatakan bahwa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri merupakan tahapan penting dalam membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan tantangan tugas.
Melalui pendidikan ini, para peserta didik dipersiapkan menjadi Bintara Polri yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, empati, dan semangat melayani masyarakat.
“Kami berharap seluruh peserta didik mengikuti setiap proses pendidikan dengan sungguh-sungguh sehingga nantinya mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional serta semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri,” harap Artanto. (-)
