PLTS Terapung Gajah Mungkur Wonogiri Senilai Rp1,6 Triliun Mulai Dibangun
Wonogiri, Jatengaja.comm - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur yang diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 218 GWh listrik per tahun mulai dibangun di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Pekerjaan pembangunan PLTS terapung Gajah Mungkur tersebut ditergetkan rampung dan akan beroperasi pada akhir 2027.
Area panel PLTS direncanakan menempati kurang dari 5 persen dari luas Waduk Gajah Mungkur yang mencapai sekitar 5.600 hektare.
- BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik
- Undip Semarang Kembangkan Model Sawah Modern Berbasis Teknologi Tepat Guna
- Wagub Jateng Dorong Dilakukan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kekeringan
Tata letaknya disiapkan dengan mempertimbangkan perubahan muka air waduk serta tetap mempertahankan jalur aktivitas masyarakat dan nelayan.
Pada tahap konstruksi, proyek ini juga diperkirakan membutuhkan sekitar 150 hingga 250 tenaga pendukung yang dapat direkrut dari masyarakat lokal melalui kontraktor.
Peletakan batu pertama atau Groundbreaking pembungan PLTS Terapung Gajah Mungkur dilakukan serentak dengan peluncuran Program PLTS 100 GWp secara nasional yang dilakukan Presiden Prabowo di Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.
Ada sebanyak 14 PLTS dengan total kapasitas mencapai 5,2 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan saat itu, salah satunya adalah PLTS Terapung Gajah Mungkur.
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, bersama jajaran pemerintah daerah, PT PLN, pengelola sumber daya air, dan pengembang proyek yang hadir di Wonogiri menyatakan, saat beroperasi, PLTS Gajah Mungkur diproyeksikan menghasilkan sekitar 218 GWh listrik per tahun.
“Jumlah ini setara sekitar 37 persen dengan kebutuhan listrik Kabupaten Wonogiri dalam satu tahun,” kata Luthfi.
Luthfi menyebut investasi pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur mencapai sekitar Rp1,6 triliun dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2027.
Menurutnya, pengembangan energi baru terbarukan akan menjadi salah satu prioritas Jawa Tengah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Sementara, General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menjelaskan, listrik dari PLTS Gajah Mungkur nantinya disalurkan melalui jaringan 150 kilovolt menuju Gardu Induk Nguntoronadi yang berjarak sekitar 11,7 kilometer.
Setelah masuk jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali, listrik tersebut tidak hanya digunakan di kawasan sekitar Waduk Gajah Mungkur.
“Ketika listrik tersebut sudah masuk ke jaringan interkoneksi, maka listrik tersebut tidak khusus untuk berada di sekitaran daerah tersebut. Itu juga bisa disalurkan ke semua daerah di jaringan yang tersambung dengan interkoneksi,” kata Bramantyo.
Direktur Operasi Pembangkit Gas PT PLN Indonesia Power, Daniel Eliawardhana, mengatakan persiapan dan aspek teknis proyek saat ini sedang dilakukan.
“Secara target waktu sesuai yang disampaikan Pak Gubernur tadi, kita akhir tahun 2027 ini sudah bisa beroperasi setara 134 megawatt peak,” ujarnya.
Selain Gajah Mungkur, pengembangan PLTS di Jawa Tengah juga direncanakan di Waduk Kedung Ombo dengan kapasitas sekitar 100 MWac. Proyek lain dengan kapasitas sekitar 7,4 MW juga disiapkan di Karimunjawa.
- Biaya Ibadah Haji Indonesia Tahun 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,340 Juta
- BRI KKB National Expo 2026 Pecahkan Rekor MURI, Hadir di 131 Lokasi
- Undip Kembangkan eBro, Teknologi Peternakan Ayam Broiler Berbasis Internet
Pembangunan PLTS terapung Gajah Mungkur merupakan bagian dari Program PLTS 100 GWp yang dikembangkan pemerintah secara nasional untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut Program PLTS 100 GWp secara nasional diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$73 miliar atau lebih dari Rp1.140 triliun.
Program tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja sekaligus menghasilkan efisiensi subsidi energi sekitar Rp73,9 triliun per tahun. (-)
